Banjarnegara (Humas) – Pada Minggu (21/9) Yulis sebagaai Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum, menghadiri pertemuan rutin Majelis Taklim Nurul Huda yang digelar di Mushola Al Huda, Desa Pringamba. Meski hanya dihadiri oleh 14 jamaah dan satu tokoh masyarakat yaitu Heru, suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat.
Kehadiran Yulis di tengah jumlah peserta yang terbatas menunjukkan dedikasi dan komitmennya sebagai Penyuluh Agama Islam dalam membina dan memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Yulis mengusung tema ilmu ketauhidan yang sangat penting sebagai fondasi keyakinan dan keimanan setiap Muslim.
Selain menyampaikan materi keagamaan, Yulis juga memberikan motivasi kepada para jamaah agar tetap konsisten mengikuti kegiatan majelis taklim. Ia berharap dengan konsistensi tersebut, para jamaah dapat membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitar serta menginspirasi masyarakat luas untuk bergabung dalam kegiatan yang bermanfaat ini.
“Konsistensi adalah kunci. Dengan rutin mengikuti majelis taklim, kita tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga membangun ikatan ukhuwah yang kuat dan memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat,” ujar Yulis.
Tokoh masyarakat, Heru, yang turut hadir, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan peran aktif Yulis. Ia berharap ke depannya kegiatan majelis taklim di Desa Pringamba semakin diminati dan diikuti oleh lebih banyak warga
Pertemuan rutin Majelis Taklim Nurul Huda yang sederhana ini menjadi momentum penting dalam menjaga semangat belajar agama dan memperkuat tali silaturahmi antarwarga. Dengan dukungan dari penyuluh seperti Yulis, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk aktif mengikuti majelis taklim serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Acara berlangsung lancer, mulai dari pembukaan, membaca surat Yasin dan Tahlil, Acara Inti yaitu Yulis memberikan materi penyuluhan keagamaan serta ditutup dengan ramah tamah dan do’a. Acara dimulai dari pukul 15.30 dan selesai hingga menjelang maghrib. (ev, azd)







