Penyuluh Agama Islam Koordinasi dengan Kepala TK Dharma Wanita Lawen: Upaya Peningkatan Wawasan Keagamaan Wali Murid

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Non-PNS yaitu melakukan kunjungan koordinasi kepada Katri selaku TK Dharma Wanita Lawen dalam rangka membangun sinergi antara Penyuluh Agama dan institusi pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajukan izin pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan kepada para wali murid yang setiap hari menunggu anak-anak mereka selama proses pembelajaran berlangsung di sekolah tersebut. (24/9)

Kedatangan Efatun Vaizah disambut hangat oleh Kepala TK Dharma Wanita Lawen. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat tersebut, Efatun menjelaskan maksud dan tujuan dari kegiatan penyuluhan yang direncanakannya. Ia menyampaikan bahwa waktu tunggu wali murid di sekolah dapat dimanfaatkan secara positif melalui kegiatan pembinaan keagamaan dan penyuluhan yang bermanfaat.

“Kami melihat adanya potensi besar dalam waktu luang para wali murid saat menunggu anak-anak mereka. Daripada hanya sekadar menunggu, akan lebih baik jika diisi dengan kegiatan yang membangun wawasan, khususnya dalam hal keagamaan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai spiritual,” jelas Efatun.

Program ini juga merupakan bentuk kontribusi aktif penyuluh agama dalam mendampingi masyarakat serta memperkuat peran agama dalam kehidupan sehari-hari. Efatun berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat satu arah, tetapi juga interaktif, sehingga para wali murid merasa terlibat dan mendapatkan manfaat nyata.

Menanggapi hal tersebut, Katri menyambut baik inisiatif yang diajukan oleh Efatun. Ia menyatakan dukungannya secara penuh dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pelaksanaan kegiatan tersebut di lingkungan sekolah.

“Kami sangat terbuka terhadap program seperti ini. Bagi kami, sekolah bukan hanya tempat mendidik anak-anak, tetapi juga ruang tumbuh bagi orang tua untuk terus belajar dan berkembang. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Bu Efatun dalam membina para wali murid kami,” ujar Katri.

Ke depan, kegiatan bimbingan dan penyuluhan ini direncanakan akan dilakukan secara rutin dengan materi yang variatif, mulai dari kajian keislaman ringan, parenting islami, hingga motivasi keagamaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun lingkungan sekolah yang tidak hanya fokus pada pendidikan anak-anak, tetapi juga mendukung penguatan spiritual dan peran serta orang tua dalam menciptakan generasi yang berkarakter. (ev, azd)