Banjarnegara (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan melalui Penyuluh Agama Islam, M. Syaiful Abidin, menggelar bimbingan kepenyuluhan yang sukses menarik perhatian 96 orang siswa beserta wali murid TK Pertiwi Siswarini Kasmaran. Acara yang berlangsung di Gedung TK Pertiwi pada Jumat (12/9) ini mengusung tema relevan, “Ketika Dunia Berubah Cepat, Teladan Nabi Kunci Syafaat,” sebuah pesan yang sangat dibutuhkan di tengah dinamika zaman.
Dalam acara tersebut, Syaiful Abidin menyampaikan urgensi untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. sebagai momentum refleksi dan aksi nyata.
“Jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk menghidupkan kembali teladan Nabi dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Syaiful.
Ia menekankan bahwa di tengah arus perubahan yang begitu cepat, akhlak mulia, kebijaksanaan, dan iman yang teguh adalah kunci utama bagi umat Islam.
“Hadapi perubahan zaman dengan akhlak mulia, kebijaksanaan, dan iman yang teguh, agar pantas menjadi umatnya yang berhak mendapatkan syafaat di hari akhir nanti,” tambahnya.
Pesan ini disambut antusias oleh para peserta, baik orang tua maupun anak-anak, yang duduk menyimak dengan penuh perhatian.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian materi, tetapi juga momen interaktif yang mengajak para orang tua untuk berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman pada anak-anak mereka sejak usia dini. Kehadiran siswa TK Pertiwi Siswarini Kasmaran yang masih belia menunjukkan komitmen para pengajar dan orang tua dalam memberikan pendidikan karakter berbasis agama sejak dini.
Turut hadir dalam acara ini adalah Kepala Desa Kasmaran, Hendro, beserta perangkat desa lainnya. Hendro menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif KUA Pagentan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Bimbingan Penyuluhan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama dari KUA Pagentan,” ujar Hendro. Ia menambahkan, kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. “Dalam momentum Maulid Nabi ini, kita tidak hanya mengenang sejarah, tapi juga menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah sejak dini kepada anak-anak dan para orang tua. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter generasi penerus di Desa Kasmaran,” tutup Hendro.
Bimbingan penyuluhan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkuat fondasi keagamaan dan moral masyarakat, khususnya di Desa Kasmaran. KUA Pagentan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. (msa, azd)







