Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sigaluh, Samsul Chusen, menjadi pemateri dalam kegiatan kajian rutin Majelis Taklim (MT) Al Hidayah yang digelar di Masjid Al Hidayah Bojanegara. Kegiatan tersebut diikuti jamaah masjid dan masyarakat sekitar dengan penuh antusias. (2/2/2026)
Pengajian rutin yang dikenal sebagai Pengajian Bulan Purnama ini dilaksanakan setiap pertengahan bulan Hijriah. Pelaksanaan kali ini bertepatan dengan bulan Sya’ban menjelang datangnya Ramadhan, sehingga menjadi momentum untuk mempersiapkan diri secara lahir dan batin menyambut bulan suci.
Dalam kajiannya, Samsul Chusen mengangkat tema “Sambut Ramadhan dengan Semangat Mengkaji Al-Qur’an sebagai Bekal Akhirat.” Ia mengajak jamaah menyambut Ramadhan dengan rasa gembira dan penuh persiapan, sebagaimana menyambut tamu istimewa.
Menurutnya, persiapan lahir dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri serta lingkungan rumah, masjid, dan musala, sedangkan persiapan batin dilakukan dengan menumbuhkan rasa syukur, sabar, ikhlas, serta semangat beribadah.
“Ramadhan adalah tamu istimewa, bulan penuh ampunan, keberkahan, dan pahala yang dilipatgandakan. Sudah seharusnya kita menyambutnya dengan semangat dan penuh suka cita,” jelas Samsul di hadapan jamaah.
Ia juga mendorong jamaah untuk meningkatkan intensitas membaca dan mengkaji Al-Qur’an sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat. Samsul mengibaratkan hidup sebagai sebuah perjalanan panjang, sehingga manusia perlu menyiapkan bekal terbaik.
“Kalau bepergian saja kita menyiapkan banyak perlengkapan, apalagi perjalanan akhirat yang tanpa batas. Bekalnya tentu harus lebih banyak dan dipersiapkan dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Penyampaian materi yang dilengkapi media proyektor turut membantu jamaah lebih fokus dan memahami isi kajian. Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif hingga akhir acara.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah semakin termotivasi menyambut Ramadhan dengan penuh kegembiraan serta mengisinya dengan amalan positif, khususnya tadarus dan pengkajian Al-Qur’an sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih baik di dunia maupun akhirat.
(ks/azd)
