Banjarnegara (Humas) – Upaya memberikan pembinaan keagamaan dan penguatan moral kepada masyarakat terus dilakukan oleh penyuluh agama Islam Kecamatan Purwanegara. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang dilaksanakan oleh Heri Sutikno kepada kelompok binaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) pada Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di rumah Ibu Erni yang berada di Desa Petir RT 02/01 dan dihadiri sekitar 30 anggota. Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan penuh perhatian. Para peserta yang merupakan anggota kelompok penerima bantuan sosial tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan sejak awal hingga akhir kegiatan.
Dalam kesempatan tersebut, Heri Sutikno menyampaikan materi bertema “Bijak Mengelola Bantuan dan Keuangan Keluarga”. Materi tersebut diberikan sebagai bentuk pembinaan kepada masyarakat penerima bantuan agar mampu memanfaatkan bantuan pemerintah dengan baik, tepat sasaran, dan tetap berlandaskan nilai-nilai ajaran Islam.
Heri menjelaskan bahwa bantuan sosial yang diterima masyarakat sejatinya merupakan amanah yang harus digunakan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, bantuan yang diberikan pemerintah bertujuan membantu kebutuhan keluarga, pendidikan anak, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan rumah tangga, sehingga penggunaannya harus benar-benar diperhatikan.
“Jangan sampai bantuan yang diterima justru digunakan untuk hal-hal yang bukan menjadi tujuan utama bantuan tersebut. Gunakan dengan bijak sesuai kebutuhan keluarga,” pesan Heri kepada para peserta.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengatur keuangan keluarga secara sederhana namun terencana. Dalam penyampaiannya, Heri mengajak peserta untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan hidup hemat agar bantuan yang diterima benar-benar memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, Heri juga menyampaikan bahwa setiap rezeki dan amanah yang diterima manusia akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk selalu menjaga kejujuran dan amanah dalam memanfaatkan bantuan sosial. (rp)
“Segala sesuatu yang kita terima nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Maka gunakan bantuan dengan sebaik-baiknya dan jangan disalahgunakan,” ujarnya.
Para peserta tampak mendengarkan dengan serius materi yang disampaikan. Sesekali suasana menjadi lebih hidup ketika beberapa anggota kelompok berbagi pengalaman terkait pengelolaan bantuan dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Interaksi tersebut membuat kegiatan penyuluhan terasa lebih dekat dan menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk pendampingan spiritual dan sosial yang dilakukan penyuluh agama Islam kepada masyarakat. Tidak hanya memberikan pemahaman agama, tetapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya tanggung jawab, kejujuran, dan pengelolaan keuangan keluarga yang baik.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para penerima manfaat PKH dapat semakin bijak dalam memanfaatkan bantuan yang diterima sehingga mampu mendukung kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.







