Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit, Fu’ad Latif, melaksanakan kegiatan bimbingan rohani Islam (bimrohis) di Puskesmas Rakit 1 pada Jumat pagi. Kegiatan ini dilaksanakan dg mengunjung pasien dii ruang rawat inap di puskes Rakit 1 untuk memberikan motifasi, penguatan diri dalam menjalani musibah yg sedang di hadapi serta mendoakan agar cepat di berikan kesehatan ketabahan serta ampunan dosa serta memberikan penguatan spiritual kepada pasien dan keluarga pasien. (24/4)
Mengangkat tema “Musibah Tidak Ada di Kalender”, Fu’ad Latif mengajak ke pasien dan keluarga penunggu untuk memahami bahwa ujian hidup datang tanpa pemberitahuan dan tidak bisa diprediksi oleh manusia. Ia juga menekankan pentingnya kesabaran, keikhlasan, serta tawakal kepada Allah Swt dalam menghadapi setiap ujian.
Salah satu kisah nyata yang menguatkan tema tersebut adalah kondisi sepasang suami istri yang saat ini dirawat dalam satu ruang di puskesmas, meskipun menderita sakit yang berbeda. Sebelumnya, pasangan tersebut juga tengah merawat anak mereka yang sakit. Situasi ini menjadi gambaran nyata bahwa musibah bisa datang bertubi-tubi dalam satu waktu, tanpa jeda yang direncanakan.
“Musibah tidak pernah kita jadwalkan, tetapi sikap kita dalam menghadapinya bisa kita persiapkan. Di sinilah iman dan kesabaran menjadi kunci,” ujar Fu’ad dalam wejangannya.
Para pasien dan penunggu tampak antusias mendengarkan penyampaian tersebut. Beberapa keluarga pasien mengaku mendapatkan kekuatan batin dan ketenangan setelah mengikuti bimrohis. Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan spiritual di tengah kondisi sakit yang dialami, baik oleh pasien maupun keluarga yang mendampingi.
Pihak Puskesmas Rakit 1 menyambut baik kegiatan ini dan berharap bimrohis dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pelayanan holistik kepada masyarakat, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental dan spiritual.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pasien dan keluarga dapat lebih tabah dan kuat dalam menghadapi ujian, serta semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt di tengah situasi yang penuh keterbatasan.
(FLF/azd)







