Gandeng Penyuluh Agama, SMA Negeri 1 Batur Gelar Sosialisasi Cegah Pernikahan Dini

Banjarnegara (Humas) – Sebagai upaya membentengi generasi muda dari dampak negatif pernikahan di usia sekolah, SMA Negeri 1 Batur menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan dini pada Jumat. Acara yang berlangsung di aula sekolah ini merupakan wujud nyata kerjasama lintas sektoral dalam menjaga kualitas masa depan remaja di wilayah Batur. (24/4)

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten dari unsur Penyuluh Agama Islam, yakni Ahmad Saifudin dan Martiana Rosita. Keduanya memaparkan materi dari sudut pandang keagamaan, psikologi, hingga kesiapan fisik.

Dalam pemaparannya, Ahmad Saifudin menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal, melainkan komitmen besar yang membutuhkan kematangan mental dan ekonomi.

“Pernikahan dini seringkali dipicu oleh kurangnya pemahaman terhadap esensi berkeluarga. Di bangku sekolah inilah waktu terbaik untuk mengejar mimpi, bukan terburu-buru memikul beban rumah tangga,” tegas Ahmad di hadapan ratusan siswa.

Sementara itu, Martiana Rosita meninjau dari sisi kesiapan calon ibu dan dampak sosial. Ia menjelaskan bahwa risiko kesehatan dan potensi ketidakharmonisan keluarga jauh lebih tinggi pada pasangan yang menikah di bawah umur.

Pihak sekolah menyatakan bahwa acara ini tidak berdiri sendiri, melainkan hasil kolaborasi antara institusi pendidikan dan instansi keagamaan. Sinergi ini diharapkan mampu menekan angka pernikahan dini yang masih menjadi tantangan di beberapa daerah.

Poin-Poin Utama Sosialisasi:

  • Pentingnya Edukasi: Memberikan pemahaman risiko medis dan psikologis pernikahan dini.
  • Perencanaan Masa Depan: Mendorong siswa untuk fokus pada pendidikan dan karier.
  • Filter Sosial: Memperkuat benteng moral siswa melalui pendekatan nilai-nilai agama.

Kepala SMA Negeri 1 Batur yang diwakili waka kesiswaan  Thomas berharap, melalui kegiatan ini para siswa memiliki kesadaran tinggi untuk menunda pernikahan hingga usia yang matang, demi mewujudkan generasi emas yang berkualitas dan berdaya saing.

Skip to content