Banjarnegara (Humas) — Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus membangun kepedulian sosial masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wanadadi, Dewi Kholifah dan Namyroh Ndaruwati, melaksanakan kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim Al Hidayah Desa Tapen yang bertempat di Aula Al Hidayah Tapen pada Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang diikuti jamaah majelis taklim dengan penuh antusias tersebut mengangkat materi tentang “6 Manfaat Ibadah Qurban” sebagai bekal menyambut datangnya Hari Raya Iduladha dan bulan penuh keutamaan, Zulhijah.
Dalam penyampaiannya, para penyuluh menjelaskan bahwa kurban merupakan sarana untuk belajar ikhlas dalam beribadah kepada Allah Swt. Hal tersebut sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Kautsar ayat 2:
“Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak untuk membersihkan hati dari sifat riya serta menanamkan ketulusan dalam berbagi.
Selain itu, kurban juga menjadi syiar Islam dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Sebagaimana firman Allah Swt dalam QS. Al-Hajj ayat 32:
“Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”
Penyuluh KUA Wanadadi menegaskan bahwa semangat kurban mampu memperkuat ukhuwah dan menghadirkan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Materi selanjutnya membahas kurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah Swt. Dalam QS. Al-Hajj ayat 36 disebutkan:
“Makanlah sebagian darinya dan berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.”
Ayat tersebut mengandung pesan agar umat Islam tidak hanya menikmati nikmat sendiri, tetapi juga berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan.
Qurban juga dijelaskan sebagai sarana memupuk kepedulian sosial. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Melalui pembagian daging kurban, masyarakat diajak menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, ibadah kurban menjaga seseorang dari sifat kikir dan termasuk golongan orang-orang yang beruntung. Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 9:
“Dan barang siapa dijaga dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Adapun manfaat terakhir, kurban merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah Swt pada hari raya Iduladha. Rasulullah saw bersabda:
“Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan kurban).” (HR. Tirmidzi)
Tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi Namyroh Ndaruwati juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan jasmani melalui peregangan ringan bagi jamaah majelis taklim. Kegiatan peregangan bersama dilakukan untuk membantu menjaga kebugaran tubuh, melancarkan peredaran darah, serta mengurangi pegal dan kekakuan otot, khususnya bagi jamaah lanjut usia dan ibu-ibu yang memiliki aktivitas padat.
Ia menyampaikan bahwa menjaga kesehatan fisik merupakan bagian dari ikhtiar seorang muslim agar dapat menjalankan ibadah secara optimal. Hal tersebut sejalan dengan sabda Rasulullah saw:
“Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR. Muslim)
Dalam kesempatan tersebut, Dewi Kholifah menyampaikan bahwa ibadah kurban mengandung nilai spiritual dan sosial yang sangat besar bagi kehidupan umat.
“Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menyembelih ego, melatih keikhlasan, serta menghadirkan kebahagiaan bagi sesama,” ungkapnya.
Sementara itu, Namyroh Ndaruwati mengajak jamaah untuk menyambut Iduladha dengan semangat berbagi dan menjaga kesehatan agar tetap produktif dalam beribadah.
“Ketika hati dipenuhi keikhlasan dan tubuh dijaga kesehatannya, maka insyaAllah ibadah akan semakin maksimal dan hidup menjadi lebih berkah,” tuturnya.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, KUA Wanadadi terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyejukkan, membangun kepedulian sosial, serta mendorong masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
(NN/azd)







