Banjarnegara (Humas) – Kegiatan penyuluhan agama kembali dilaksanakan di Kelompok Binaan TK Pertiwi Sirongge Kecamatan Pandanarum. Dalam kegiatan tersebut, Yulis selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum memberikan materi bertema “Menjadi Wanita yang Dicintai Allah” kepada para ibu wali murid dan anggota kelompok binaan. Kegaitan berlangsung dari pukul 08.00 hingga selesai. (11/5/2026)
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan diikuti dengan antusias oleh para peserta. Materi yang disampaikan berisi tentang pentingnya menjaga akhlak, memperkuat ibadah, serta menjadi perempuan yang mampu memberikan teladan baik di dalam keluarga maupun lingkungan sekitar.
Ketua Kelompok Binaan TK Pertiwi yaitu Murgaiati, mengaku bersyukur karena kegiatan penyuluhan masih rutin dilaksanakan. Menurutnya, keberadaan penyuluhan agama sangat membantu para ibu yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti majelis taklim di luar lingkungan mereka.
“Kami sangat bersyukur Bu Yulis masih istiqomah memberikan penyuluhan kepada kami. Sebagai ibu yang memiliki anak usia TK, terkadang sulit sekali mengikuti majelis taklim pada sore hari karena harus mendampingi anak di rumah,” ungkap Murgaiati.
Ia menambahkan bahwa penyuluhan yang dilaksanakan di lingkungan kelompok binaan terasa lebih mudah dijangkau dan memberikan manfaat besar bagi para ibu rumah tangga. Selain menambah ilmu agama, kegiatan tersebut juga menjadi sarana silaturahmi dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Dalam penyampaiannya, Yulis mengajak para peserta untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah di tengah kesibukan sebagai seorang ibu. Ia menekankan bahwa wanita yang dicintai Allah bukan hanya yang rajin beribadah, tetapi juga mampu menjaga ucapan, mendidik anak dengan baik, menghormati suami, serta memberikan manfaat bagi orang lain.
“Menjadi wanita yang dicintai Allah dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga shalat, berkata baik, bersabar dalam mendidik anak, dan ikhlas menjalankan peran sebagai ibu maupun istri,” jelas Yulis di hadapan peserta.
Suasana penyuluhan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak menyimak dengan serius materi yang disampaikan, bahkan beberapa di antaranya turut berbagi pengalaman dalam menjalani peran sebagai ibu di tengah tantangan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para ibu semakin termotivasi untuk terus belajar dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam keluarga, sehingga mampu menciptakan lingkungan rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan.
(ev/azd)
