Peran Penting Istri ASN Dalam Mencegah Korupsi

Banjarnegara – Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara sejumlah 10 orang mengikuti Webinar Nasional dengan tema “Saya Perempuan Anti Korupsi” melalui Zoom Meeting (21/4).

Webinar Nasional yang digelar oleh DWP Kemenag RI dalam rangka memperingati Hari Kartini dan kegiatan Gebyar Ramadhan 1442 H  diikuti oleh DWP Unsur Pelaksana, DWP PTKN, DWP Kemenag Provinsi, DWP Kankemenag Kab/Kota, DWP UPT Asrama Haji dan DWP Balai Diklat Keagamaan dan Balai Litbang Agama se Indonesia, dengan mengenakan dress code Kebaya Nasional.

Hadir secara luring dalam kegiatan ini, Penasihat DWP Kemenag, Eny Retno Yaqut, Penasihat DWP Kemenag Halimah Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua DWP Kemenag Farikhah Nizar.

Dalam laporannya, Ketua DWP Kemenag, Farikhah Nizar menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya Webinar Nasional ini adalah memberi pemahaman bagi perempuan pentingnya pencegahan korupsi, memaksimalkan perempuan dalam gerakan SPAK dan meningkatkan peran Wanita agar terbebas dari korupsi minimal di Kemenag RI.

Dalam sambutannya saat membuka Webinar Eny Retno menyampaikan dukungan sekaligus apresiasi terhadap kegiatan webinar bertema “Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) ini”. 

“Saya berkeyakinan bahwa ibu Kartini pun turut berbangga karena perempuan-perempuan Indonesia kontemporer modern saat ini ikut mengambil peran krusial Gerakan Anti Korupsi,” ungkapnya.

“Perempuan adalah figur sentral dalam mendidik mental anak dan keluarga. Perempuan memiliki peran sebagai ibu dan sebagai istri, untuk itu keterlibatan perempuan merupakan hal yang sangat strategis dalam gerakan usaha pencegahan korupsi,” lanjut Eny.

“Semoga makin banyak perempuan Indonesia khususnya DWP Kemenag yang memahami arti gerakan Anti Korupsi dan turut serta berkontribusi aktif dalam menjaga wibawa suami,” imbuhnya.

Beliau juga berpesan kepada seluruh anggota DWP Kementerian Agama di Indonesia untuk bisa menjadi pendamping suami dalam menjalankan tugasnya dan mengingatkan suami agar tidak melakukan tindakan korupsi.

Webinar ini menghadirkan Keynote Speaker Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar, Maria Kresentia, Direktur SPAK dan Dosen Hukum Pidana Universitas Indonesia, Ganjar Laksmana sebagai Narasumber.

Senada yang disampaikan Eny Retno, Lili Pintauli Siregar menyampaikan harapan dan mengajak peserta Webinar agar dapat menjadi pemicu untuk membuat aksi pencegahan korupsi yang lebih massif. “Saya berharap seluruh peserta bahu membahu mengambil peran aktif dalam mencegah korupsi dan mendukung masyarakat berani untuk melaporkan bila di lingkungannya atau di lingkungan kerjanya terjadi tindak pidana korupsi,” ucapnya.

“Menurut survey yang dilakukan KPK di Solo dan Yogya hanya 4% orang tua (ibu) yang menanamkan kejujuran pada anak-anaknya. Inilah yang mengkhawatirkan bagi pembentukan kader masa depan,” imbuhnya

Sedangkan Ketua SPAK, Maria Tersia menyampaikan bahwa Perempuan juga berperan besar terhadap pencegahan korupsi. Stop produksi koruptor dari rumah, dengan cara menjadi multi peran di antaranya mengurus diri sendiri, leader yang lembut, pendidik bagi anak-anaknya, dan pencegah korupsi secara masif.

Sementara itu, narasumber lainnya, Ganjar Laksamana menyampaikan banyak hal terkait pasal tentang korupsi dan sanksi hukumnya. Maka peranan perempuan sangat penting bagi pendidikan kejujuran pada anak yang berujung pada praktek korupsi.

Hadir menyampaikan dukungannya terhadap Gerakan Saya Perempuan Anti Korupsi, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Dukungan terhadap SPAK patut diberikan karena merupakan gerakan untuk mencegah korupsi sekaligus memiliki dampak besar bagi keberlangsungan peradaban bangsa Indonesia.

“Dengan 269 Agen SPAK yang telah mengikuti Training Of Trainer (TOT) dan tersebar di seluruh Indonesia akan menjadi kekuatan bagi Kemenag untuk menjadi semakin baik. Hal ini sejalan dengan salah satu semangat baru Kemenag yaitu pelayanan publik dan tata kelola birokrasi yang lebih baik dan bersih” tandasnya.

Dalam kesempatan terpisah Khuriyah Ketua DWP Kemenag Kabupaten Banjarnegara juga menyampaikan pentingnya kontribusi seorang istri untuk pencegahan korupsi. “SPAK penting untuk kita sebagai istri ASN, ikut berpartisipasi dan memberikan kontribusi minimal untuk suami agar tidak melakukan korupsi dan mengingatkan suami supaya selalu berjalan lurus, pungkasnya. (Yus/Nur/Kh)