Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, MIFABARA Tanamkan Karakter dan Meningkatkan Persatuan Dalam Keberagaman

Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA) memperingati Hari Besar agama Islam pada peringatan lahirnya Baginda Rasulullah SAW. Dalam peringatan Maulid Nabi kali ini mengusung tema “ Teladani Akhlak Rasulullah dan Tingkatkan Persatuan dalam Keberagaman ”. Peringatan Maulid Nabi MIFABARA dilaksanakan dihalaman madrasah yang diikuti oleh seluruh guru dan peserta didik sebanyak kurang lebih 600 siswa. (5/8)

Acara dalam peringatan kali ini diawali dengan Tahlil, dilanjut acara inti tauziah dan barzanji serta dimerihkan oleh penampilan-penampilan dari peserta didik.

Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap 12 Rabiul Awal merupakan momen berharga bagi umat Islam di seluruh dunia. Begitu juga MIFABARA Pada tahun 2025, Maulid Nabi kembali hadir bukan hanya sebagai tradisi peringatan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana yang disampaikan dalam tauziahnya Luqman, guru.

“ Dalam momentum yang berharga ini dalam peringatan Maulid Nabi mari kita teguhkam kecintaan kita kepada Rasulullah dengan mencontoh sifat-sifatnya dalam keseharian. Nilai-nilai akhlak Rasulullah yang perlu kita teladani adalah kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian sosial dan kasih sayang.” Tandas Luqman.

Durotun Nafisah, kepala madrasah sepakat dengan Luqman dan beliau menegaskan dalam sambutannya bahwa “ Di tengah tantangan zaman modern, kita semua selaku umat Islam perlu menjadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai refleksi spiritual. Bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar mendorong kita untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta menebarkan kebaikan dan kasih sayang, saling menghargai dan menghormati perbedaan maupun keberagaman potensi di madrasah atau di sekitar kita”.

“ Selain tauziah, MIFABARA dalam memperingati Maulid Nabi adalah dengan membaca Barzanji Nabi Muhammad SAW. Berzanji sendiri memiliki makna sebagai suatu doa-doa, puji-pujian dan menceritakan riwayat Nabi Muhammad saw yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada.” Terang Umar, guru.

Dila selaku pembawa acara juga menuturkan bahwa peringatan Maulid Nabi ini selain kita berharap mendapat syafaatnya juga bertujuan untuk menghidupkan Islam ditengah keberagaman yang ada.

“ Dengan keberagaman yang ada di madrasah khususnya, semoga dengan peringatan ini menjadikan evaluasi diri, pembentukan karakter dengan meneladani kekasih Allah dan meningkatkan persatuan serta kecintaan kita kepada Allah SWT. (nas)

Skip to content