Banjarnegara (Humas) – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama menjadi ajang bergengsi bagi para siswa madrasah untuk mengasah kemampuan di bidang sains dan riset. Pada Kamis (11/9), MTs Negeri 1 Banjarnegara atau yang akrab disebut Madtsansa, mengirimkan duta-duta terbaiknya untuk berjuang di tingkat Kabupaten Banjarnegara. Bertempat di titik lokasi (tilok) MTs Negeri 2 Banjarnegara, para duta OMI Madtsansa tampil penuh semangat membawa nama baik madrasah.
Adapun duta OMI Madtsansa tahun ini terdiri dari tiga bidang sains. Untuk sains IPA, diwakili oleh Tsaumi, Ifida, dan Fathur. Bidang sains IPS diwakili oleh Gaharu, Arum, dan Nidya. Sedangkan pada bidang sains Matematika, tampil Valiant, Fakih, dan Gani. Kesembilan siswa ini merupakan hasil seleksi ketat di tingkat madrasah dan kini menjadi harapan besar untuk melaju ke tingkat provinsi bahkan nasional.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan para siswa.
“Kami bangga dengan kerja keras para duta OMI Madtsansa. Mereka bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengharumkan madrasah. OMI bukan sekadar lomba, tetapi wadah pembentukan karakter, kejujuran, dan kerja keras. Kami berharap anak-anak bisa tampil maksimal dan hasilnya terbaik,” ujar Yatiman.
Di balik persiapan matang para siswa, peran guru pembimbing sangatlah penting. Salah satunya adalah Novia Fajriati Alqomar, guru pembimbing mata pelajaran IPA. Ia menuturkan bahwa proses pembinaan dilakukan secara intensif, baik dalam penguasaan materi maupun strategi menghadapi soal berbasis komputer yang menjadi sistem OMI 2025.
“Kami menekankan pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan. Anak-anak juga dilatih menghadapi soal integratif yang mengaitkan sains dengan nilai keislaman dan budaya lokal, sesuai karakter OMI. Semoga usaha ini membuahkan hasil yang terbaik,” terang Novia.
Sementara itu, para duta OMI Madtsansa juga menyampaikan harapan dan kesan mereka. Tsaumi, perwakilan bidang IPA, mengaku penuh semangat sekaligus merasa tertantang.
“Saya senang bisa mewakili Madtsansa. Soalnya memang sulit, tapi kami sudah berlatih. Semoga bisa memberikan yang terbaik dan lolos ke tingkat provinsi,” ungkapnya.
Dari bidang IPS, Gaharu menuturkan bahwa pengalaman mengikuti OMI memberikan banyak pelajaran.
“Saya belajar bahwa kompetisi ini bukan hanya tentang nilai, tetapi juga melatih percaya diri dan kejujuran. Semoga perjuangan kami tidak sia-sia,” katanya.
Sementara dari bidang Matematika, Valiant menegaskan tekadnya untuk tampil optimal.
“Matematika selalu menantang, tapi justru itu yang membuat saya bersemangat. Saya ingin membuktikan bahwa belajar sungguh-sungguh pasti ada hasilnya,” ujarnya optimis.
Dengan penuh perjuangan dan doa, para duta OMI Madtsansa menjalani seleksi tingkat kabupaten yang menjadi pintu gerbang menuju tahap berikutnya. Sesuai dengan petunjuk teknis OMI 2025, penilaian dilakukan secara terpusat oleh Komite OMI Nasional dengan mempertimbangkan aspek nilai akademik serta integritas selama mengikuti tes.
Lebih jauh, Kepala Madtsansa menekankan bahwa apapun hasilnya, pengalaman ini adalah bekal berharga bagi siswa.
“Kami yakin anak-anak akan menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan siap bersaing di masa depan. Madtsansa selalu mendukung penuh langkah mereka,” pungkas H. Yatiman.
Dengan semangat perjuangan para duta OMI ini, Madtsansa terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang berprestasi, berakhlak, dan siap mengharumkan nama Banjarnegara di kancah lebih luas. (Lin/La)







