Dari Desa untuk Indonesia: Deklarasi Keberagaman dan Talkshow Moderasi Beragama di Desa Merden, Purwanegara

Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Kecamatan Purwanegara saat masyarakat dari berbagai agama, tokoh agama, dan pemerintah berkumpul dalam Talkshow Harmoni Keberagaman: Penguatan Moderasi Beragama Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA), Penyuluh Agama Islam, Buddha, Katolik dan Kristen, yang digelar pada hari kamis (11/9) bertempat di Balai Desa Merden Kecamatan Purwanegara. Kegiatan ini bukan sekedar acara seremonial, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk merajut harmoni di tengah keberagaman, meneguhkan komitmen menjaga persatuan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Banjarnegara, Camat Purwanegara, Kapolsek, Danramil, tokoh Ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala KUA, IPARI, Kepala Desa Merden dan perangkat desa. Acara diawali dengan laporan ketua penyelenggara, Slamet Wahyudi selaku Kasi Bimas Islam, yang menegaskan pentingnya dukungan bersama dalam menciptakan kampung moderasi beragama.

Selanjutnya, Camat Purwonegoro, Waris Puji Rahayu, menyampaikan sambutannya yang menekankan arti kebersamaan dalam membangun keharmonisan di wilayah Purwanegara.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, H. Karsono, dalam sambutannya sekaligus membuka acara menegaskan empat nilai penting dalam merawat persatuan dan keberagaman, yakni toleransi, empati, komunikasi, dan kerjasama.

“Desa, kecamatan, dan kabupaten kita harus terus dijaga bersama. Upaya-upaya seperti talkshow hari ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kerukunan umat beragama,” ujar H. Karsono dalam sambutannya.

Momen yang paling ditunggu adalah deklarasi keberagaman dan penandatanganan pakta integritas. Di hadapan seluruh peserta, para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat berikrar untuk menjaga harmoni dan memperkuat kampung moderasi beragama. Suasana khidmat menyelimuti ruangan, menegaskan keseriusan komitmen bersama.

Dalam sesi talkshow, pesan-pesan keberagaman makin terasa. Sadar, Kepala Desa Merden, menegaskan, “sebagai pemangku desa, saya ingin masyarakat bisa saling menghargai perbedaan dan hidup rukun.” tegasnya.

Dari sisi ajaran Buddha, Budi Primadana, Ketua Vihara, menambahkan, “dalam ajaran Buddha, kemanusiaan adalah jalan utama. Dengan itu, kita bisa membangun kehidupan yang penuh kasih dan saling menghormati.” jelasnya.

Sementara itu, Wasis Winarso, Penyuluh Agama Islam dari Desa Merden, mengingatkan nilai tasamuh dalam Islam. “Islam mengajarkan kita untuk hidup penuh tasamuh dan saling toleran, agar tercipta kehidupan yang damai,” tuturnya.

Kehangatan harmoni kian terasa saat acara ditutup dengan doa lintas agama. Pemuka agama Islam, Buddha, Kristen dan Katolik memanjatkan doa secara bergantian. Suasana hening dan khusyuk menjadi simbol nyata bahwa keberagaman bukanlah sekat, melainkan jembatan yang menguatkan persaudaraan.

Lebih dari sekedar talkshow, kegiatan ini adalah perayaan indahnya keberagaman: ketika toleransi dipraktikkan, empati dijaga, komunikasi dibangun, dan kerjasama dijalankan dapat mewujudkan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat di Banjarnegara. (azd)

Skip to content