Sentuhan Hati di Masjid Ar Rohmah: Penyuluh Agama Islam Madukara Ingatkan Umat tentang Bahaya Cinta Dunia

Banjarnegara (Humas)- Suasana sore hari di Masjid Ar Rohmah, Desa Pekauman Madukara Banjarnegara, terasa berbeda pada Rabu (10/9/2025). Tepat pukul 14.30 hingga 15.30 WIB, jemaah yang hadir mendapatkan siraman rohani dari Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Madurara, Wiwin Koningah. Dalam penyuluhan tersebut, beliau mengangkat tema yang sarat makna, yakni “Bahaya Cinta Dunia”.

Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini, di tengah arus modernisasi dan derasnya godaan duniawi. Wiwin Koningah mengingatkan bahwa cinta berlebihan kepada dunia dapat melalaikan manusia dari tujuan hidup yang sesungguhnya.

“Dunia ini ibarat ladang tempat kita menanam amal. Jika terlalu mencintai dunia, kita akan kehilangan arah dan lupa bahwa kehidupan yang kekal sesungguhnya ada di akhirat,” tutur Wiwin dalam penyampaiannya.

Jemaah tampak antusias mengikuti penyuluhan tersebut. Banyak yang menyimak dengan khidmat, bahkan beberapa mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Materi yang dibawakan tidak hanya teoritis, tetapi juga disertai contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga lebih mudah dipahami.

“Bukan berarti kita dilarang menikmati dunia. Namun, jangan sampai cinta dunia membuat kita lalai dari kewajiban beribadah dan melupakan akhirat,” tambahnya memberi penekanan.

Seorang jemaah, Siti Maryam, mengaku sangat tersentuh dengan penyuluhan ini. “Saya merasa tersadar, kadang kita terlalu sibuk mengejar dunia hingga lupa dengan ibadah. Penyuluhan ini membuat hati saya lebih tenang dan ingin memperbaiki diri,” ujarnya dengan penuh haru.

Kegiatan penyuluhan ini mendapat respon positif dari masyarakat Desa Pekauman. Selain memperkuat iman, penyuluhan tersebut juga menambah wawasan jemaah tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Dengan gaya penyampaian yang tenang namun penuh makna, Wiwin Koningah berhasil mengajak jamaah merenung sekaligus memotivasi mereka untuk lebih bijak dalam menyikapi kehidupan dunia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa cinta dunia yang berlebihan hanyalah fatamorgana, sementara bekal amal saleh akan menjadi teman sejati di akhirat kelak. (wk/azd)

Skip to content