Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya menekan angka perceraian serta membekali calon pengantin dengan pengetahuan yang memadai sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pada Senin (17/11/2025). Kegiatan berlangsung di Aula KUA Purwanegara dan diikuti oleh pasangan calon pengantin yang telah terjadwal melakukan pernikahan dalam beberapa bulan ke depan.
Kegiatan Bimwin ini dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Purwanegara, Afif Sarianto, yang dalam sambutannya menekankan bahwa kualitas keluarga sangat ditentukan oleh kesiapan calon pengantin dalam memahami peran, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan masalah rumah tangga. Menurutnya, Bimwin bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun ketahanan keluarga sejak dini.
Pada kesempatan tersebut, materi utama disampaikan oleh Agus Triawan, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Purwanegara. Dalam paparan yang berlangsung interaktif, Agus menjelaskan berbagai aspek penting dalam kehidupan rumah tangga, mulai dari cara membangun komunikasi yang efektif, pengelolaan konflik, pembagian peran suami dan istri, hingga manajemen ekonomi keluarga.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan spiritual sebagai pondasi utama. Penguatan nilai-nilai keislaman, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, terlebih di tengah tantangan sosial dan teknologi yang semakin kompleks.“Calon pengantin perlu memahami bahwa pernikahan adalah ibadah. Jika pondasi spiritualnya kuat, insya Allah masalah sebesar apa pun bisa dihadapi bersama,” terang Agus di hadapan peserta.
Selain penyampaian materi, kegiatan Bimwin juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta berkesempatan mengungkapkan berbagai kegelisahan, harapan, maupun rencana mereka dalam membangun keluarga ke depan. Suasana terlihat hangat dan antusias, ditandai dengan banyaknya peserta yang terlibat aktif dalam sesi tersebut.
Pelaksanaan Bimwin ini mendapat apresiasi positif dari para peserta. Mereka merasa kegiatan tersebut memberikan banyak insight baru yang sebelumnya tidak mereka peroleh, baik dari lingkungan keluarga maupun pergaulan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, KUA Purwanegara berharap para calon pengantin dapat memasuki bahtera rumah tangga dengan kesiapan yang lebih matang, baik secara emosional, psikologis, maupun spiritual. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen KUA dalam meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan generasi keluarga yang lebih kuat, harmonis, dan berdaya.







