Banjarnegara (Humas) -Solidaritas sosial kembali terlihat di tengah masyarakat Kecamatan Pandanarum. Gabungan anggota Majelis Taklim dari berbagai desa se-Kecamatan Pandanarum turut ambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan pascabencana tanah longsor yang melanda Dusun Situkung, Desa Pandanarum. Kehadiran mereka menjadi dukungan penting bagi relawan yang sejak awal berjibaku dalam penanganan darurat. (17/11)
Tanah longsor yang terjadi akibat tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir membuat 933 warga harus mengungsi ke beberapa titik posko. Kondisi ini menuntut adanya penanganan cepat, terutama terkait penyediaan konsumsi bagi para pengungsi yang mayoritas terdiri dari keluarga, lansia, perempuan, dan anak-anak.
Para anggota Majelis Taklim yang tergabung dalam aksi ini datang dari berbagai kelompok pengajian yang rutin melakukan kegiatan keagamaan setiap pekan. Mereka dengan sigap mengambil peran di Posko Dapur Umum, mulai dari pagi hingga malam, membantu proses memasak, menyiapkan sayuran, mencuci beras, memasak lauk, hingga mengemas makanan untuk dibagikan ke setiap titik pengungsian.

Kehadiran mereka bukan hanya menambah tenaga, tetapi juga membantu mempercepat proses penyediaan makanan, mengingat dapur umum harus memproduksi ratusan porsi dalam satu waktu. Para relawan juga menyampaikan bahwa jumlah pengungsi yang besar membuat dapur umum menjadi salah satu titik paling sibuk dalam penanganan bencana ini.
Tak hanya terlibat dalam aspek teknis, anggota Majelis Taklim juga berupaya memberikan ketenangan bagi para pengungsi, terutama ibu-ibu dan anak-anak. Mereka menyempatkan diri berbincang dengan warga yang terdampak, memberikan motivasi, serta mengajak anak-anak bermain agar tidak terlalu terbebani dengan suasana darurat.
Kehadiran mereka di tengah posko pengungsian memberikan warna positif dan membuat warga merasa diperhatikan oleh berbagai elemen masyarakat. Aksi cepat dari Majelis Taklim se-Kecamatan Pandanarum ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat memiliki semangat gotong royong yang tinggi dalam menghadapi bencana. Kontribusi mereka di dapur umum sangat membantu pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, sehingga penanganan darurat dapat berjalan lebih lancar.
Dengan sinergi antara relawan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan pemulihan pascabencana dapat dilakukan sesegera mungkin, serta para pengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing setelah situasi dinyatakan aman.
(ev/ azd)







