Banjarnegara (Humas) – Regu Palang Merah Remaja (PMR) Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Banjarnegara (Megabara) berhasil memborong 4 gelar juara dalam keikutsertaannya dalam ajang perlombaan PMR Madya Tingkat Kabupaten Purbalingga yang diselenggarakan oleh SMKN 1 Kejobong. Perayaan itu berlangsung pada hari Sabtu, (09/05/26) dalam rangka menyambut Hari Palang Merah Internasional. Keempat gelar juara yang berhasil diraih tersebut adalah juara 2 lomba poster, juara 2 lomba ayo siaga bersama, juara 3 lomba pendidikan remaja sebaya, dan juara 3 lomba pertolongan pertama.
Salah satu pembina PMR Megabara, Atiqotul Maysaroh menuturkan, event ini sangat bermanfaat untuk melatih ketrampilan murid dalam pengembangan ekstrakurikuler.
“Meskipun belum berhasil menjadi juara umum dan masih di runner up, kami sudah sangat bersyukur. Dimana dari latihan dan kerja keras kami, pada akhirnya bisa membawa 4 trofi kemenangan,“ jelasnya.
Dipaparkannya, tim dari Megabara berjumlah 8 personil yang terdiri dari : M. Mahim Haikal di materi poster. Filda Adania Tarisa dan Yesika Lutfi Aulia untuk materi Ayo siaga bencana. Syafiq Khoiri Najwan dan Andin Afifah pada materi pendidikan remaja sebaya. Sementara, Difa Khalisa Balqis dan Raisha Resendriya Farras, dan Hafizah Al Husna pada materi pertolongan pertama.
“Torehan prestasi ini memang tidak lepas dari persiapan anak-anak menghadapi lomba. Mereka sudah mempersiapkan diri semaksimal mungkin dengan mendalami materi-materi dibidangnya masing-masing,“ tambahnya.
Wakil Kepala bidang Kesiswaan Megabara, Immadudin Abas mengatakan bahwa kehadiran PMR di sebuah Lembaga Pendidikan sangat dibutuhkan guna mengasah ketrampilan softskill murid. Di Megabara sendiri, PMR merupakan salah satu ekstrakurikuler yang konsisten meraih prestasi. Salah satunya kali ini. Menurutnya hal ini disebabkan oleh terprogramnya latihan yang dijalani sehingga murid bisa mendalami ketrampilan-ketrampilan dasar pada khususnya.
“PMR Megabara selalu hadir dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan madrasah. Baik saat kegiatan di lingkungan madrasah ataupun saat harus keluar. Hal inilah yang melatih ketrampilan murid dan regenerasi organisasi tetap berjalan. Dalam setiap Angkatan, ekstra PMR tetap menjadi incaran murid untuk diikuti. Dari sinilah mereka termotivasi untuk berprestasi menghadapi berbagai event perlombaan yang ada karena memang lahir dari hati mereka sendiri,“ tandasnya.
Sementara itu, Natir, selaku Kepala Madrasah menyampaikan apresiasi kepada guru pembina, peserta lomba, dan seluruh pihak yang turut mensukseskan perlombaan ini.
“Saya selaku Kepala Madrasah menyampaikan penghargaan atas raihan ini. Prestasi ini tidak lepas dari bimbingan, dedikasi, dukungan, dan kerjasama dari para lembina yang pastinya sudah berupaya semaksimal mungkin. Terus memotivasi para peserta lomba untuk giat berlatih dan selalu menjaga kekompakan dan konsolidasi tim dalam menjalani latihan dan menghadapi kompetisi,“ pungkasnya.
Dengan prestasi yang diraih kali ini, tim PMR Madya Megabara tidak hanya berhasil mengharumkan nama madrasah, tapi juga menunjukkan bahwa usaha serta kekompakan dalam sebuah tim dapat membawa hasil terbaik. Semoga keberhasilan ini bisa menjadi motivasi dan inspirasi menuju pencapaian yang lebih gemilang. (fn)







