Banjarnegara (Humas) – Pos Keagamaan terus menerima aliran donasi dari berbagai unit di bawah naungan Kementerian Agama sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana tanah longsor di Situkung. Musibah yang terjadi beberapa hari lalu menyisakan kedukaan mendalam dan membuat warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. (18/11)
Sejak posko donasi dibuka, respon positif berdatangan dari berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan madrasah seperti MI hingga Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai kecamatan. Para guru, siswa, pegawai, hingga masyarakat binaan turut mengumpulkan bantuan sebagai wujud solidaritas terhadap para penyintas. Gerakan kepedulian ini menunjukkan bahwa komunitas Kemenag memiliki ikatan emosional dan tanggung jawab moral yang kuat dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana.

Selain bantuan berupa kebutuhan pokok, saat ini Pos Keagamaan juga menyoroti kebutuhan pengungsi dari sisi keagamaan. Banyak warga yang kehilangan perlengkapan ibadah akibat rumah mereka terdampak longsor. Kondisi tersebut membuat Pos Keagamaan memprioritaskan pengumpulan alat salat, seperti sarung, mukena, sajadah, serta mushaf Al-Qur’an dan buku Yasin. Perlengkapan tersebut sangat dibutuhkan agar para pengungsi dapat tetap menjalankan ibadah harian dengan tenang, sekaligus memperoleh ketenangan batin di tengah situasi sulit.
Ketua Pos Keagamaan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah memberikan donasi. Ia menegaskan bahwa semua bantuan akan dikelola secara terbuka dan disalurkan ke lokasi pengungsian bekerja sama dengan pemerintah desa, relawan SAR, dan para tokoh agama setempat.
“Selain kebutuhan fisik, kebutuhan spiritual warga juga sangat penting. Banyak dari mereka yang membutuhkan sarana ibadah untuk kembali menata ketenangan jiwa setelah melalui masa-masa sulit pascabencana. Kami berharap donasi ini dapat menghadirkan kekuatan baru bagi para penyintas,” ujarnya.
Kemenag Banjarnegara mengajak seluruh unit kerja, lembaga pendidikan, serta masyarakat luas untuk terus memperkuat kepedulian. Setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti dalam membantu proses pemulihan warga Situkung.
(ev/ azd)

