Banjarnegara (Humas) – Perwakilan siswa MAN 2 Banjarnegara mengikuti kegiatan Musyawarah Pelajar SMA/SMK/MA Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025 pada Senin, (28/7). Kegiatan diadakan oleh Forum OSIS Banjarnegara di Aula Ki Hadjar Dewantara atau Aula lantai 3 gedung A Dindikpora Kabupaten Banjarnegara dan berlangsung dari pagi sampai sore. Masing-masing sekolah diminta mengirimkan 5 orang siswa yang terdiri dari 2 perwakilan OSIS/OSIM, 1 perwakilan PMR, 1 perwakilan Rohis, dan 1 perwakilan Pramuka. Untuk Mandabara sendiri karena organisasi Rohis tidak ada maka diwakilkan oleh siswa dari OSIM. Kelima siswa yang didelegasikan oleh Mandabara yaitu, Arina Rizqyana, Kholifatun Nuzula, Danastri Aulia Dewi, Salshabila Cessa Oktaviani, dan Carlos Dwi Sastrawan.
Kegiatan Musyawarah Pelajar Tahun 2025 ini diawali dengan kegiatan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars FOJ (Forum OSIS Jawa Tengah). Setelahnya ada rangkaian sambutan mulai dari Ketua Panitia, Ketua Foba, Sambutan MKKS dan K3MA. Sambutan terakhir berasal dari Kepala Cabdin Wilayah IX Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.
Pada kegiatan tersebut terdapat pemaparan materi yang disuguhkan berkaitan dengan motivasi dan pencarian jati diri bagi generasi muda. Selain itu, para peserta juga diajak untuk berdiskusi masalah isu sosial yang ada di lingkungan sekitar. Arina Rizqyana, salah satu peserta musyawarah dari Mandabara mengungkapkan jika dirinya merasa senang karena dapat mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulillah, jadi punya teman dari berbagai perwakilan sekolah lainnya di Banjarnegara, senang rasanya. Selain itu, saya dapat banyak wawasan ilmu mulai dari mengenali diri sendiri dengan lebih jeli serta peka terhadap masalah sosial di lingkungan sekitar kita. Saya berharap kegiatan serupa akan tetap ada setiap tahunnya,” ungkap Arina.
Harapan atas bergabungnya siswa Mandabara dalam kegiatan ini juga disampaikan oleh Kepala Madarasah, Prihantoro Achmad. “Saya berharap delegasi Mandabara dapat mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman dalam kegiatan ini dan nantinya bisa ditularkan kepada yang lainya di madrasah,” pungkasnya. (Ta/La)







