Banjarnegara (Humas) – Semangat menyambut hari-hari penuh keberkahan terus digaungkan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wanadadi melalui kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim Aisyiyah Linggasari pada Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam Arif Kholdun tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme jamaah.
Dalam penyuluhan tersebut, Arif Kholdun menyampaikan materi tentang pentingnya meningkatkan kualitas amalan fardhu melalui amalan-amalan sunnah. Materi ini menjadi pengingat bagi jamaah agar tidak hanya menjaga ibadah wajib, tetapi juga memperkuatnya dengan amalan tambahan yang dicintai Allah Swt.
Beberapa amalan sunnah yang disampaikan antara lain memperbanyak sholat sunnah seperti tahajud, dhuha, dan rawatib untuk menyempurnakan sholat fardhu. Selain itu, jamaah juga diajak membiasakan sedekah dan infak sebagai penyempurna ibadah zakat, memperbanyak puasa sunnah, mengkhatamkan Al-Qur’an, hingga mempersiapkan ibadah qurban sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial.
Dalam penyampaiannya, Arif Kholdun mengingatkan bahwa amalan sunnah bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi jalan penyempurna kekurangan dalam ibadah wajib manusia.
“Sering kali ibadah fardhu kita masih banyak kekurangan. Maka amalan-amalan sunnah inilah yang akan membantu menyempurnakan dan mendekatkan kita kepada rahmat Allah Swt,” ujar Arif Kholdun di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak jamaah untuk memulai amalan kecil secara istiqamah agar tumbuh menjadi kebiasaan ibadah yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan menunggu mampu melakukan yang besar. Mulailah dari yang ringan, seperti sholat dhuha, sedekah kecil, atau membaca Al-Qur’an setiap hari. Jika dilakukan terus-menerus, insyaAllah akan menjadi amal yang besar di sisi Allah,” tambahnya.
Suasana majelis berlangsung penuh kekhusyukan. Jamaah tampak menyimak dengan serius dan beberapa di antaranya turut berdiskusi mengenai cara menjaga konsistensi ibadah sunnah di tengah aktivitas sehari-hari.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, KUA Wanadadi berharap majelis taklim dapat terus menjadi ruang pembinaan umat yang mampu menumbuhkan semangat beribadah, memperkuat keimanan, serta membangun masyarakat yang religius dan penuh kepedulian sosial.
“Kementerian Agama hadir untuk membersamai umat dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan berakhlakul karimah,” pungkasnya.
(NN/azd)







