Sambut Bulan Suci, KUA Karangkobar Tegaskan Peran Jaga Keluarga Selamat Dunia–Akhirat

Banjarnegara (Humas) — Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan, Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam membina umat dan menjaga ketahanan keluarga agar selamat dunia dan akhirat. Momentum Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menguatkan kembali nilai-nilai keimanan, akhlak, dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak.

Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, saat memberikan penyuluhan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), yang dilaksanakan di rumah Ibu Karsi, Dusun Krandegan, Desa Pagerpelah, Selasa (10/2/2026).

Dalam suasana yang hangat dan penuh antusiasme, Duwi menegaskan bahwa tugas dan fungsi KUA tidak sebatas urusan pencatatan nikah, melainkan mencakup pembinaan keluarga agar terhindar dari kerusakan moral, pergaulan berbahaya, serta persoalan sosial yang dapat menghancurkan masa depan generasi.

“KUA hadir untuk membimbing masyarakat menjaga keluarganya agar selamat dunia dan akhirat. Sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an, ‘Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka’. Ini menjadi tanggung jawab bersama, terutama orang tua,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan dan komunikasi dalam keluarga sering membuka pintu bagi pergaulan bebas, pernikahan usia dini, hingga pernikahan karena kehamilan di luar nikah. Menurutnya, Ramadan harus dimaknai sebagai momentum memperbaiki pola asuh dan memperkuat nilai agama di lingkungan keluarga.

“Jangan terburu-buru menikahkan anak karena tekanan sosial. Lindungi mereka, dampingi pendidikannya, dan berikan bekal iman agar tidak terjerumus pada pergaulan yang merusak,” pesannya.

Duwi juga menekankan pentingnya membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah sebagai benteng utama ketahanan umat. Ia mengingatkan pesan QS. An-Nisa ayat 9 agar orang tua tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik dari sisi iman, pendidikan, maupun mental.

Diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta antusias menyampaikan pertanyaan seputar pengasuhan anak dan tantangan keluarga di tengah perubahan zaman.

Sementara itu, Pendamping PKH Karangkobar, Wahyu Retnosari, menjelaskan bahwa PKH tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan keluarga melalui edukasi berkelanjutan.

“PKH bertujuan membentuk keluarga yang sehat, cerdas, dan mandiri. Karena itu, KPM wajib mengikuti P2K2 sebagai bekal pengasuhan dan penguatan keluarga,” jelasnya.

Melalui sinergi KUA dan PKH ini, diharapkan masyarakat Karangkobar semakin siap menyambut Ramadan dengan keluarga yang kuat secara iman, terlindung dari pergaulan berbahaya, serta mampu melahirkan generasi berakhlak mulia.

(dr/azd)