Sambut Bulan Zulhijah, Penyuluh Agama KUA Pagentan Berikan Bimbingan Spiritual di Majelis Taklim Al Huda Gumingsir

Banjarnegara (Humas) – Menyambut kedatangan bulan suci Zulhijah 1447 H, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus mengintensifkan program bimbingan dan penyuluhan keagamaan di tengah masyarakat. Langkah nyata ini diwujudkan oleh Alfiana Nurhidayah, seorang Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan, yang menggelar kegiatan bimbingan materi keagamaan khusus bagi para jemaah Majelis Taklim Al Huda di Desa Gumingsir, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dilaksanakan pada Jumat (8/5/2026), dimulai tepat pukul 14.00 WIB hingga selesai. Guna membangun atmosfer kekeluargaan dan kedekatan emosional antar-jemaah, pertemuan kali ini diselenggarakan secara bergilir di rumah salah satu warga setempat di Desa Gumingsir.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Taklim Al Huda, Atmi Utami, beserta puluhan jemaah yang mayoritas terdiri dari kaum ibu di lingkungan sekitar. Kehadiran penyuluh agama ke tengah pemukiman warga ini disambut dengan antusiasme tinggi, mengingat bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam kalender Islam yang menyimpan banyak momentum ibadah penting.

Dalam pemaparan materinya, Alfiana Nurhidayah menekankan pentingnya mempersiapkan diri secara spiritual, mental, dan amalan menjelang masuknya sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Ia menjelaskan bahwa sepuluh hari pertama di bulan tersebut memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan setara dengan hari-hari di bulan Ramadan, sehingga harus diisi dengan optimalisasi ibadah.

“Bulan Zulhijah bukan sekadar tentang ibadah haji bagi yang mampu atau penyembelihan hewan kurban semata. Sepuluh hari pertama di bulan ini adalah waktu di mana amal saleh amat dicintai oleh Allah Swt. Oleh karena itu, mari kita persiapkan diri kita di rumah masing-masing dengan memperbanyak zikir, puasa sunah sunah Tarwiyah dan Arafah, serta meningkatkan kualitas salat dan sedekah kita,” ujar Alfiana Nurhidayah di sela-sela penyuluhannya.

Alfiana juga menambahkan pentingnya menjaga kerukunan, kebersamaan, dan kepedulian sosial melalui momentum iduladha. Konsep berbagi daging kurban, menurutnya, harus dimaknai sebagai upaya mempererat tali silaturahmi serta mengikis kesenjangan sosial di lingkungan Desa Gumingsir.

Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Al Huda, Atmi Utami, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran perwakilan dari KUA Pagentan yang bersedia memberikan bimbingan langsung secara tatap muka di lingkungan warga.

“Kami selaku pengurus dan jemaah Majelis Taklim Al Huda sangat bersyukur atas ilmu dan pengingat yang disampaikan oleh Ibu Alfiana. Penjelasan yang runtut mengenai amalan menyambut bulan Zulhijah ini membuat kami makin paham dan termotivasi untuk menghidupkan sunah-sunah di bulan mulia tersebut. Harapan kami, kegiatan bimbingan dari KUA Pagentan seperti ini bisa terus berjalan secara rutin di desa kami,” tutur Atmi Utami dengan penuh harap.

Pertemuan majelis taklim ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif seputar fikih kurban dan tata cara pelaksanaan puasa sunah Zulhijah, dilanjutkan dengan doa bersama demi keselamatan, keberkahan, serta kedamaian warga masyarakat Desa Gumingsir dan sekitarnya.

(an/azd)