Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Majelis Taklim Al-Amiin, Desa Pagentan, pada Senin (2/2/2026). Sebanyak 40 jamaah berkumpul bukan sekadar untuk bersilaturahmi, melainkan untuk mempersiapkan spiritualitas mereka dalam menghadapi bulan suci yang kian dekat. Hadir sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, Sutrisno, yang membawakan materi bertajuk “Sya’ban: Jembatan Menuju Ramadan.”
Dalam paparannya, Sutrisno menekankan bahwa bulan Sya’ban bukan sekadar waktu transisi, melainkan fase krusial untuk “pemanasan” sebelum memasuki kompetisi ibadah di bulan Ramadan. Ia mengibaratkan Sya’ban sebagai pintu gerbang yang menentukan kualitas ibadah seseorang saat puasa nanti.
“Jangan sampai kita masuk ke bulan Ramadan dalam kondisi ‘kaget’. Sya’ban adalah jembatan sekaligus laboratorium latihan. Di sinilah tempat kita mulai merutinkan puasa sunnah, memperbanyak tilawah, dan menata niat. Jika jembatannya kokoh, insyaallah perjalanan kita di bulan Ramadan akan mulus dan penuh berkah,” ujar Sutrisno di hadapan para jamaah yang antusias.
Kegiatan bimbingan penyuluhan ini mendapat sambutan hangat. Peserta yang didominasi oleh kaum ibu ini tampak aktif berdialog mengenai amalan-amalan utama di pertengahan bulan Sya’ban (Nisfu Sya’ban) serta tata cara mengganti utang puasa (qadha) yang tepat.
Yani, selaku pengurus Majelis Taklim Al-Amiin, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan. Menurutnya, bimbingan rutin seperti ini sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak terjebak dalam rutinitas tanpa dasar ilmu yang kuat.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Sutrisno. Penjelasan beliau sangat menyentuh dan mudah dipahami. Kami jadi diingatkan bahwa Ramadan itu perlu persiapan fisik dan batin. Dengan bekal ilmu ini, kami berharap ibu-ibu di Desa Pagentan bisa menjalani Ramadan tahun ini dengan lebih maksimal dan lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutur Yani.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah dipertemukan dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat walafiat. Melalui kegiatan ini, diharapkan syiar Islam di wilayah Pagentan semakin kuat, dimulai dari penguatan ilmu di tingkat majelis taklim desa.
(3S/azd)







