Gak Ada Lagi Salah Sasaran! KUA Pagentan & Desa Larangan ‘Rombak’ Data Zakat Biar Lebih Adil

Banjarnegara (Humas) – Pernah dengar keluhan bantuan yang datangnya “ke situ-situ saja” padahal ada yang lebih butuh? Nah, di awal tahun 2026 ini, KUA Kecamatan Pagentan punya cara jitu buat memutus masalah klasik itu. Caranya? Lewat kolaborasi bareng Pemerintah Desa Larangan buat beresin data penerima zakat.

Selasa kemarin (3/2/2026), suasana di ruang tamu KUA Pagentan terasa beda. Penyuluh Agama Islam, M. Syaiful Abidin, kedatangan tamu dari Desa Larangan, yaitu Pak Slamet Widayat (Kasi Pelayanan). Kedatangannya bukan sekadar silaturahmi biasa, tapi membawa “harta karun” berupa bundel dokumen Mustahik Tetap.

Kenapa sih harus repot-repot bawa berkas fisik? Syaiful Abidin bilang kalau masalah bantuan itu akarnya sering kali ada di data yang sudah kedaluwarsa.

“Niat baik orang yang zakat (muzakki) itu harus kita kawal. Jangan sampai niat tulus mereka jadi nyasar ke orang yang nggak tepat cuma gara-gara data kita yang jadul,” jelas Syaiful dengan santai tapi tegas.

Menurutnya, di dalam Islam, akurasi data itu adalah kunci keadilan. Kalau datanya valid, bantuan dari Baznas Banjarnegara pun bisa langsung “sat-set” sampai ke mereka yang benar-benar masuk kategori delapan asnaf, terutama warga yang fakir dan miskin.

Menariknya, data yang dibawa Desa Larangan ini bukan hasil tebak-tebakan di balik meja. Pak Slamet Widayat cerita kalau perangkat desanya benar-benar “blusukan” alias menyisir warga sampai ke tingkat RT dan RW.

“Kami nggak mau cuma kasih daftar nama di atas kertas. Kami cek kondisi riil warga di lapangan supaya objektif. Komitmen kami jelas: warga yang berhak harus dapat haknya, jumlahnya pas, dan waktunya tepat,” ujar Pak Slamet.

Gerakan sinkronisasi data ini rencananya nggak cuma berhenti di Desa Larangan saja. KUA Pagentan berharap desa-desa lain bisa segera menyusul buat “merapikan barisan” data mereka.

Tujuannya keren banget: kalau data antara Desa, KUA, dan Baznas sudah nyambung, distribusi zakat bisa jadi alat yang ampuh buat memerangi kemiskinan di Banjarnegara.

Jadi, nggak ada lagi cerita warga yang terabaikan atau bantuan yang tumpang tindih. Zakat benar-benar jadi jembatan buat kesejahteraan umat. Mantap, kan? 

(msa/azd)

Skip to content