Santai Sejenak di Tepi Sungai: MT Nurusy Syifa “Reset” Semangat Bareng Penyuluh Agama KUA Pagentan

Banjarnegara (Humas) – Peran penyuluh agama Islam dari KUA Pagentan memang nggak ada matinya dalam menjaga ritme spiritualitas di instansi pemerintah. Salah satu sosok yang rutin “ngantor” memberikan siraman rohani adalah M. Syaiful Abidin. Beliau sudah menjadi wajah akrab bagi para pegawai di Puskesmas Pagentan 2, menjalankan fungsi vital sebagai pembimbing mental dan agama agar pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan hati yang tenang.

Jumat siang (27/3/2026) kemarin, suasana bimbingan penyuluhan terasa sangat berbeda. Alih-alih di ruang rapat yang formal, Syaiful memboyong Majelis Taklim (MT) Nurusy Syifa yang beranggotakan 41 pegawai Puskesmas Pagentan 2 untuk healing sejenak. Lokasi yang dipilih pun sangat estetik: Cafe Mlipir Kali, Rejasa, Banjarnegara. Sesuai namanya, gemericik air sungai menjadi latar alami kegiatan Halal Bihalal yang bertajuk “Memulai dari Titik Nol di Hari yang Fitri”.

Dalam tausiyahnya yang santai tapi ngena, M. Syaiful Abidin menekankan pentingnya momen Lebaran sebagai tombol reset untuk hubungan antarmanusia dan etos kerja.

“Ibarat bensin, kita ini sedang berada di titik nol. Setelah sebulan penuh ditempa Ramadan dan merayakan Idulfitri, hari ini kita hapus semua ego dan ganjalan di hati. Harapannya, teman-teman Puskesmas Pagentan 2 kembali melayani masyarakat dengan energi baru yang lebih bersih dan tulus,” ujar Syaiful sambil menikmati suasana asri cafe.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang makan-makan. Syaiful sengaja merancang pertemuan di luar kantor agar komunikasi antarpegawai lebih cair. Mengingat beban kerja di puskesmas yang cukup tinggi, pendekatan persuasif melalui majelis taklim seperti ini terbukti ampuh menjaga kesehatan mental para tenaga medis.

Ari Eka Fisri, selaku Kepala Puskesmas Pagentan 2, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama seperti Syaiful sangat membantu dalam membangun karakter tim yang solid dan humanis.

“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan rutin dari Mas Syaiful. Acara di Mlipir Kali ini benar-benar jadi penyegar buat kami semua. Dengan ‘memulai dari titik nol’, saya harap sinergi antarbagian di puskesmas semakin kuat, sehingga kualitas pelayanan kami ke warga Pagentan juga makin maksimal,” ungkap Ari Eka Fisri.

Acara ditutup dengan bersalam-salaman dan foto bersama di tepi sungai. Meski sederhana, momen ini menjadi bukti bahwa bimbingan penyuluhan agama bisa dikemas dengan cara yang modern, relevan, dan tetap menyentuh esensi spiritualitas.

 (msa/azd)