Santri Hebat, Indonesia Kuat! MIFABARA Gelar Upacara Hari Santri dengan Penuh Khidmat

Banjarnegara – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung khidmat pada Senin, 20 Oktober 2025 di halaman madrasah. Seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan hadir dengan penuh semangat, mengenakan busana khas santri sarung, baju koko, dan peci bagi siswa laki-laki serta gamis putih dan kerudung bagi siswi perempuan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Fatma menyampaikan amanat penuh makna tentang sejarah diperingatinya hari santri dan perjuangan para santri serta nilai-nilai yang harus terus dijaga oleh generasi muda.

“Menjadi santri berarti siap berjuang, berakhlak, dan berkontribusi untuk bangsa. Santri masa kini tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga harus cerdas, berdisiplin, dan berjiwa nasionalis,” ujar  Fatma dengan semangat.

Petugas upacara berasal dari kelas 6A dan 6B yang melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kekompakan. Mereka tampak sigap dalam menjalankan peran masing-masing, mulai dari pembawa acara, pengibar bendera, pembaca ikrar  hingga pembacaan doa. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari para guru dan peserta upacara.

Lagu “Hari Santri” berkumandang menggema di halaman madrasah, menambah suasana religius dan nasionalis.

Guru kelas 6, Avi, menyampaikan apresiasinya,

“Kegiatan seperti ini menumbuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Islam. Semoga anak-anak Istiqamah meneladani perjuangan para ulama.”

Sementara itu, Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, menuturkan,

“Hari Santri adalah momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan, kemandirian, dan cinta tanah air. Santri MIFABARA harus tangguh, berilmu, dan berakhlakul karimah.”

Sebagai refleksi, para guru mengajak siswa merenungkan kembali perjuangan para santri terdahulu.

“Dulu santri berjuang dengan senjata dan doa, sekarang perjuangan kita dengan ilmu dan akhlak mulia,” ungkap salah satu siswa kelas 6B.

Dari sisi orang tua,  Tohiroh, wali murid kelas 1 bilingual, turut memberikan tanggapannya,

“Saya bangga anak-anak diberi pemahaman tentang makna Hari Santri. Semoga mereka tumbuh jadi generasi yang beriman, sopan, dan cinta tanah air.”

Dengan semangat Hari Santri, MIFABARA meneguhkan komitmen mencetak santri hebat, berilmu, berakhlak, dan cinta Indonesia.(nas)

Skip to content