Santri TPQ At-Taqwa Getas Antusias Sambut Kunjungan Efatun Vaizah: Belajar Tajwid dan Baca Tulis Al-Qur’an Jadi Lebih Seru

Banjarnegara (Humas) – Sasana sore di TPQ At-Taqwa Getas berubah menjadi lebih semarak ketika Efatun Vaizah sebagai Penyuluh Agama Islam Pandanarum hadir memberikan pelajaran tambahan bagi para santri. Dalam kunjungan yang berlangsung pada Senin (11/08), ia membawakan materi seputar tajwid Al-Qur’an serta baca tulis Al-Qur’an,yang disambut antusias oleh seluruh santri yang hadir.

Sejak awal kedatangan, para santri tampak bersemangat menyambutnya. Mereka segera mengambil tempat duduk, membawa mushaf, buku tulis, dan alat tulis masing-masing. Efatun membuka kegiatan dengan pengantar singkat tentang pentingnya mempelajari tajwid.
Menurutnya, membaca Al-Qur’an dengan benar bukan hanya soal kelancaran, tetapi juga soal menjaga keaslian dan keindahan bacaan sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

“Setiap huruf dalam Al-Qur’an punya haknya masing-masing. Dengan tajwid, kita memastikan bacaan kita sesuai dengan kaidah, sehingga pahala yang didapat pun sempurna,” jelasnya di hadapan para santri. Selain pembelajaran teori, Efatun Vaizah juga memberikan sesi praktik. Satu per satu santri diminta membaca ayat pendek untuk kemudian dikoreksi dan dibimbing cara pengucapannya.

Tidak hanya itu, ia juga mengajarkan teknik menulis huruf hijaiyah dengan rapi, sehingga para santri lebih mudah mengenali bentuk huruf ketika membaca. Yuyun Furhanifah, salah satu guru TPQ At-Taqwa, mengungkapkan apresiasinya atas kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bu Efatun. Santri menjadi lebih bersemangat belajar dan mereka mendapat ilmu tambahan yang mungkin belum sempat kami bahas secara mendalam di kelas rutin. Ini sangat bermanfaat,” ujarnya.

Para santri pun terlihat begitu aktif, tidak malu bertanya, dan mencoba langsung pelajaran yang diberikan. Banyak di antara mereka yang meminta Bu Efatun untuk sering-sering datang kembali agar mereka bisa lebih cepat mahir membaca dan menulis Al-Qur’an.

Kegiatan sore itu ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan ilmu yang telah dipelajari. Diharapkan, kunjungan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkala, sehingga santri tidak hanya mendapatkan pembelajaran rutin, tetapi juga motivasi dan inspirasi untuk mencintai Al-Qur’an lebih dalam. (ev)

Skip to content