Banjarnegara (Humas) – Wudhu bukan sekadar ritual penyucian diri sebelum salat, tetapi juga pintu gerbang menuju kekhusyukan ibadah. Hal itulah yang menjadi pesan utama Turno, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum, saat memberikan penyuluhan bertema Tata Cara Wudhu yang Benar di Majelis Taklim (MT) Al Fatah Dusun Sidaurip Desa Sinduaji pada Jumat (8/8) pukul 15.30 WIB.
Bertempat di mushola dusun setempat, kegiatan ini dihadiri oleh 33 anggota Majelis Taklim. Sejak awal, suasana terlihat hangat dan penuh semangat. Turno memulai penyampaian materi dengan mengingatkan pentingnya wudhu dalam menjaga kesucian lahir dan batin, serta sebagai syarat sah salat yang tidak boleh diabaikan. Materi disampaikan secara rinci dan bertahap, mulai dari niat, urutan membasuh anggota wudhu, hingga penjelasan tentang sunnah-sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Ia juga menyoroti beberapa kesalahan yang sering terjadi di masyarakat, seperti tidak meratakan air ke seluruh bagian yang wajib dibasuh atau terburu-buru dalam berwudhu. “Kesempurnaan wudhu akan membawa kesempurnaan salat kita. Maka, jangan anggap sepele tata cara wudhu yang benar,” tegasnya di hadapan para jamaah.
Penyuluhan berjalan interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya, bahkan beberapa di antaranya mempraktikkan wudhu secara langsung untuk mendapatkan bimbingan. Para jamaah mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah mereka ketahui.
Salah satu peserta Ibu Siti Hidayati menyampaikan apresiasinya. “Alhamdulillah, penjelasan Bapak Turno sangat jelas. Saya jadi tahu mana yang wajib dan mana yang sunnah, sehingga insyaallah wudhu saya akan lebih sempurna,” tuturnya.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan pesan dari Turno agar para jamaah terus membiasakan wudhu yang benar, bukan hanya saat hendak salat, tetapi juga dalam keseharian untuk menjaga kesucian diri. Dengan semangat kebersamaan, para peserta berharap kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan di MT Al Fatah. (ev)







