Sejak Dini Menyemai Cinta Shalat: Penyuluh Agama Islam Bina Generasi Qurani di Desa Sinduaji

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Turno, memberikan pembinaan bertema “Membiasakan Anak Cinta Shalat Sejak Dini” kepada kelompok binaan Tunas Harapan di Desa Sinduaji, Kecamatan Pandanarum, Selasa (21/4). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak sejak usia dini, khususnya dalam hal kecintaan terhadap ibadah shalat.

Dalam kegiatan tersebut, Turno menyampaikan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam membentuk kebiasaan baik pada anak. Ia menegaskan bahwa shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga sarana membangun kedisiplinan, ketenangan jiwa, serta kedekatan dengan Allah Swt. “Jika sejak kecil anak sudah dibiasakan shalat, maka ketika dewasa ia akan menjadikannya sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” ujarnya

Kegiatan ini diikuti oleh para orang tua yang tergabung dalam kelompok binaan Tunas Harapan. Mereka tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan, terutama saat sesi praktik gerakan dan bacaan shalat yang dibimbing secara langsung. Pendekatan yang digunakan pun dibuat menarik dan mudah dipahami.

Turno juga menjelaskan beberapa metode efektif dalam membiasakan anak mencintai shalat, seperti memberikan contoh langsung, mengajak shalat berjamaah, memberikan apresiasi, serta menciptakan suasana yang menyenangkan saat beribadah. Ia menekankan bahwa pendidikan agama harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Kegiatan pembinaan ini merupakan bagian dari program rutin KUA Pandanarum dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama di masyarakat. Melalui kelompok binaan seperti Tunas Harapan, penyuluh agama berperan aktif dalam memberikan edukasi yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak di Desa Sinduaji dapat tumbuh menjadi generasi yang mencintai shalat dan memiliki akhlak mulia. Selain itu, peran aktif orang tua juga diharapkan terus terjalin dalam mendampingi anak-anak menjalankan ibadah sejak dini, sehingga terbentuk keluarga yang religius dan harmonis.

(bu/azd)

Skip to content