Banjarnegara (Humas) — Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Al Hidayah Doglig, Desa Linggasari, Kecamatan Wanadadi, pada Selasa (12/05/2026). Kegiatan yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan agama (KUA) Wanadadi, Khasan dan Tugiran, tersebut mengangkat tema Keutamaan Selawat Nariyah sebagai ikhtiar memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah saw sekaligus memperteguh spiritualitas masyarakat di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan selawat bersama yang diikuti jamaah dengan penuh antusias. Dalam penyampaiannya, para penyuluh mengajak jamaah untuk menjadikan Selawat Nariyah bukan sekadar bacaan rutin, tetapi sebagai amalan yang mampu menghadirkan ketenangan hati, memperlancar urusan, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui kecintaan kepada Nabi Muhammad saw.
Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, Khasan, menjelaskan bahwa Selawat Nariyah memiliki nilai spiritual yang sangat besar apabila diamalkan dengan istiqamah dan penuh keyakinan.
“Di tengah kehidupan yang penuh ujian, selawat menjadi penguat hati. Selawat Nariyah mengajarkan kita untuk selalu berharap pertolongan Allah melalui kemuliaan Rasulullah saw. InsyaAllah, urusan yang sulit dipermudah dan hati menjadi lebih tenang,” ujar Khasan di hadapan jamaah.
Ia juga menambahkan bahwa memperbanyak selawat merupakan bentuk cinta kepada Rasulullah saw yang kelak akan menjadi jalan memperoleh syafaat beliau di hari akhir.
Sementara itu, Tugiran menekankan pentingnya membiasakan selawat sebagai amalan harian dalam keluarga. Menurutnya, keberkahan hidup sering kali hadir dari amalan-amalan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Jangan pernah meremehkan selawat. Ketika lisan kita basah dengan selawat, Allah bukakan pintu rezeki, keberkahan rumah tangga, dan ketenteraman hidup. Selawat bukan hanya ibadah, tetapi juga obat bagi hati yang gelisah,” tutur Tugiran dengan penuh semangat.
Dalam materi yang disampaikan, jamaah diajak memahami beberapa keutamaan Selawat Nariyah, di antaranya mempermudah urusan dan menghilangkan kesulitan, mendatangkan ketenangan batin serta pertolongan Allah, mendekatkan diri kepada Nabi Muhammad saw dan memperoleh syafaat, hingga membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Para jamaah tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Tidak sedikit peserta yang mengaku tersentuh dan termotivasi untuk lebih rutin membaca selawat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, KUA Wanadadi terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyejukkan dan membangun spiritualitas masyarakat. Diharapkan, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang penguat ukhuwah dan pembentuk pribadi muslim yang semakin cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
“Penyuluhan agama merupakan bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh nilai-nilai moderasi beragama,” pungkasnya.
(NN/azd)







