Banjarnegara (Humas) — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Majelis Taklim Al Hidayah Dusun Jlarang, Desa Wanakarsa, Selasa (12/5/2026). Kegiatan penyuluhan yang diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi menghadirkan pesan spiritual sekaligus edukasi kesehatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Dewi Kholifah dan Namyroh Ndaruwati menyampaikan materi tentang amalan doa yang dianjurkan dibaca pada hari Selasa serta pentingnya menjaga kesehatan jasmani guna mengurangi nyeri sendi, khususnya bagi para jamaah lanjut usia.
Dewi Kholifah mengajak jamaah untuk membiasakan diri memperkuat hubungan spiritual melalui doa dan dzikir harian. Menurutnya, amalan sederhana yang dilakukan dengan istiqamah mampu menghadirkan ketenangan hati dan keberkahan hidup.
Amalan Doa hari Selasa tersebut berbunyi :
اللهم يا كافي البلاء اكفنا البلاء قبل نزوله من السم ( يا الله) تكررها سبعا
“Allahumma ya kafiyal bala’ ikfinal bala’ qobla nuzulihi minas sama’. Bacaan tersebut diulang-ulang tujuh kali.
Artinya:
“Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Kuasa untuk menyelamatkan hamba-Nya dari segala bala’ bencana, selamatkanlah kami dari bala bencana yg akan menimpa kami sebelum bala’ bencana itu turun dari langit.” Doa tersebut diulang-ulang tujuh kali.
“Doa bukan hanya permohonan, tetapi juga bentuk kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Ketika hati tenang, insyaallah hidup terasa lebih ringan dan penuh syukur,” ujar Dewi Kholifah di hadapan jamaah.
Sementara itu, Namyroh Ndaruwati menekankan pentingnya menjaga kesehatan tubuh sebagai bagian dari amanah yang harus dirawat. Ia memberikan edukasi ringan mengenai pola gerak sederhana, menjaga pola makan, serta aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi nyeri sendi.
“Menjaga kesehatan jasmani adalah bagian dari ikhtiar ibadah. Tubuh yang sehat akan memudahkan kita dalam beribadah dan menjalankan aktivitas sehari-hari,” tutur Namyroh Ndaruwati.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para jamaah tampak aktif mengikuti penyampaian materi dan berdiskusi terkait pengalaman kesehatan yang mereka alami. Nuansa kebersamaan dan kepedulian sosial semakin terasa ketika para peserta saling berbagi semangat untuk menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, KUA Wanadadi terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga mendorong terciptanya kehidupan yang sehat, harmonis, dan penuh keberkahan.
“Penyuluh agama hadir bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi menjadi sahabat umat dalam menguatkan iman, menjaga akhlak, dan menebarkan manfaat di tengah masyarakat,” demikian penutup khas penyuluhan KUA Wanadadi.
(NN/azd)







