Banjarnegara (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, melaksanakan kegiatan pembelajaran huruf pegon kepada para santri di TPQ Daarul Mukhlisin pada Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelestarian tradisi literasi Islam pesantren sekaligus meningkatkan kemampuan baca tulis keagamaan bagi para santri.
Dalam kegiatan tersebut, Dian Setiadi mengajarkan dasar-dasar penulisan huruf pegon, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah yang dimodifikasi ke dalam bahasa Jawa hingga praktik menulis kata dan kalimat sederhana. Para santri tampak antusias mengikuti pembelajaran yang berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh semangat.
Huruf pegon sendiri merupakan tulisan Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Jawa maupun bahasa daerah lainnya dan telah lama menjadi bagian dari tradisi keilmuan Islam di lingkungan pesantren. Melalui pembelajaran ini, para santri diharapkan mampu memahami sekaligus melestarikan budaya literasi Islam yang menjadi warisan ulama terdahulu.
“Pembelajaran huruf pegon penting dikenalkan sejak dini agar para santri memahami tradisi penulisan Islam Nusantara serta mampu membaca kitab maupun tulisan keagamaan berbahasa Jawa,” ujar Dian Setiadi di sela kegiatan.
Selain memberikan materi teori, Dian juga mendampingi para santri secara langsung saat praktik menulis huruf pegon di buku tulis masing-masing. Pendekatan tersebut dilakukan agar santri lebih mudah memahami bentuk tulisan dan cara penggunaannya dalam kalimat sederhana.
Pengurus TPQ Daarul Mukhlisin, Ustaz Ahmad Fauzi, menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan tambahan wawasan dan keterampilan bagi para santri. Pembelajaran huruf pegon dinilai menjadi salah satu materi penting untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus menjaga tradisi keilmuan Islam lokal.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas pendampingan dari Penyuluh Agama Islam. Anak-anak menjadi lebih mengenal huruf pegon dan semakin semangat belajar ilmu agama,” ungkap Ustaz Ahmad Fauzi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta. Melalui pembelajaran tersebut, diharapkan para santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengenal serta melestarikan tradisi tulisan pegon sebagai bagian dari khazanah Islam Nusantara.
(m/azd)







