Banjarnegara – Suasana belajar di kelas 5C MIFABARA tampak berbeda dari biasanya. Meski pelajaran berlangsung di jam terakhir, para siswa tetap menunjukkan semangat tinggi saat mengikuti pembelajaran Matematika dengan materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB).(17/10)
Wali kelas sekaligus guru Matematika, Rina Wijianti, menerapkan metode tabel perbandingan sebagai strategi belajar. Dengan cara ini, siswa diminta menuliskan kelipatan dan faktor dari dua bilangan dalam bentuk tabel sehingga mereka dapat menemukan KPK dan FPB dengan mudah. Aktivitas tersebut membuat suasana kelas menjadi lebih aktif dan penuh antusiasme.
“ Metode tabel, memudahkan siswa untuk cepat memahami KPK dan FPB. Dimana dalam kolom tabel KPK dan FPB sudah terpisahkan tersendiri antara KPK dan FPB dengan tanpa membuat faktorisasinya terlebih dahulu.” Jelas Rina
Setelah penjelasan metode tabel dalam menentukan KPK dan FPB, sebagian siswa merasa senang dan cepat dalam memahami materi tersebut.
Salah satu siswi, Naja menyampaikan bahwa dengan tabel ini memudahkan dan lebih efektif dalam mengerjakan soal FPB/KPK.
“Saya lebih suka dan merasa lebih mudah dalam mengerjakan dengan metode tabel ini, saya menjadi lebih cepat dalam menentukan KPK dan FPB.” Ujar Naja dalam sela-sela mengerjakan latihan soal
Metode tabel KPK dan FPB yang telah diterapkan dikelas 5C yang mayoritas adalah anak muslimah, dikatakan berhasil dengan melihat dari sebagian besar dari mereka lebih memahami dan 95% jawaban mereka benar ketika mengerjakan latihan-latihan soal yang diberikan.
Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, memberikan apresiasi atas kreativitas guru dalam menghidupkan suasana belajar Matematika.
“Metode yang variatif seperti ini sangat membantu anak-anak memahami konsep yang kadang dianggap sulit. Kami mendorong semua guru untuk terus berinovasi agar setiap pelajaran bisa menjadi momen menyenangkan bagi siswa,” jelasnya.
Beliau menambahkan bahwa semangat belajar yang tumbuh di jam terakhir merupakan tanda bahwa siswa sudah menikmati proses pembelajaran. “Inilah yang ingin kami tanamkan bukan sekedar tugas, tapi kebahagiaan,” tambahnya.
Dengan pendekatan kreatif dan suasana yang positif, pembelajaran KPK dan FPB di kelas 5C hari itu menjadi bukti bahwa semangat belajar bisa terus menyala hingga akhir pelajaran. (rwa/nas)







