Semarak Hardiknas di MIMAU Murid Kelas 1C Belajar Sejarah, Berkarya Diorama, dan Pembelajaran Penguatan Karakter

Banjaranegara — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), pada tanggal 2 Mei lalu, Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif yang diikuti dengan penuh antusias oleh murid kelas 1C. Kegiatan ini tidak hanya menanamkan nilai-nilai nasionalisme, tetapi juga mengasah kreativitas serta memperkuat pendidikan karakter murid sejak dini.(2/5)

Peringatan Hardiknas diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman madrasah pada pagi hari. Seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti upacara dengan penuh semangat, mengenang jasa para tokoh pendidikan Indonesia, khususnya Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan nasional.

Usai upacara, murid kelas 1C yang berjumlah 21 anak bersama wali kelas Nuri Fatimah, melanjutkan kegiatan dengan menonton film dan cerita sejarah yang mengisahkan perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tokoh nasional secara menyenangkan dan mudah dipahami oleh murid usia dini.

Tak berhenti di situ, murid juga diajak untuk membuat diorama sederhana bertema Ki Hajar Dewantara. Dengan bimbingan guru, mereka menuangkan imajinasi dan pemahaman mereka ke dalam karya visual yang kreatif. Berbagai hasil diorama pun terlihat unik dan penuh warna, mencerminkan semangat belajar dan kreativitas murid.

Selain kegiatan tematik Hardiknas, pembelajaran di kelas tetap berjalan sesuai jadwal. Guru juga menyisipkan pembelajaran karakter, seperti nilai disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab, yang terintegrasi dalam setiap aktivitas murid sepanjang hari.

Kepala Madrasah Wahyul Khomisah, dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyatakan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum penting untuk menanamkan semangat belajar dan menghargai perjuangan para tokoh pendidikan.

“Melalui kegiatan seperti ini, murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan makna pendidikan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Sementara itu, wali kelas 1C Nuri Fatimah, mengungkapkan kebanggaannya terhadap partisipasi aktif para murid.

“Anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga mampu mengekspresikan pemahaman mereka melalui karya diorama. Ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna,” tuturnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan murid MIMAU, khususnya kelas 1C, semakin termotivasi untuk belajar dan meneladani semangat para tokoh pendidikan dalam meraih cita-cita.(NF)

Skip to content