Banjarnegara (Humas) – Sebanyak sembilan tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara tampil dalam sesi presentasi daring ajang Nala Technology and Science Competition (Nalatico) 2025 yang digelar pada Kamis (27/11). Presentasi berlangsung melalui Zoom sesuai pembagian room yang telah ditetapkan panitia. Keikutsertaan sembilan tim ini menjadi bukti konsistensi madrasah dalam menguatkan kultur riset di kalangan siswa.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap para peserta. Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kompetisi riset nasional bukan hanya soal prestasi, tetapi juga proses pembelajaran yang membentuk karakter ilmiah.
“Anak-anak kita sudah menunjukkan keberanian, ketekunan, dan kreativitas. Nalatico memberikan ruang untuk mengasah kemampuan penelitian sejak dini. Kami bangga, karena sembilan tim tampil tidak hanya mewakili madrasah, tetapi juga membawa nama baik Banjarnegara,” ujar H. Yatiman.
Dalam pembagian room Nalatico 2025, sembilan tim MTsN 1 Banjarnegara tampil pada bidang IPA, Teknologi, dan IPSH. M
Mereka adalah:
- Tim Keanu Pasha Benaya Nazandri – “Pengolahan Limbah Pencucian Pasir Putih Menggunakan Adsorben Sekam Padi dan Sabut Kelapa Sungai Sapi Banjarnegara” (Room 2.1)
- Tim Nasya Mikaila Anaya Putri – “Analisis Evaluasi Algoritma Total Suspended Solid Pada Landsat 8 Untuk Pemantauan Erosi Perairan Cilacap” (Room 2.4)
- Tim Shaumi Hana Shabriya – “Fourier Aqua: Prototipe Solar Still Hibrida Portabel Berbiaya Rendah untuk Wilayah 3T” (Room 4.8)
- Tim Zalfa Ardelia Alfathunnisa – “Water Harvestia: Alat Pemanen Air dari Udara Berbasis Thermoelectric Cooler” (Room 5.3)
- Tim Aldan Pradana Aji – “Analisis Karakter Dazai di Anime Bungou Stray Dogs dan Relevansinya pada Depresi di Era VUCA” (Room 6.3)
- Tim Dhiyya Maretta Rihadatul Aisy – “Efektivitas Kalkulator Zakat BAZNAS sebagai Media Kalkulasi Zakat Maal di Banjarnegara” (Room 6.9)
- Tim DK Aida Nur Maghfiroh – “Analisis Implementasi Blockchain Pada Pertanian Kentang di Dieng” (Room 6.10)
- Tim Ilyas Baikhaqqi Alwi – “Dawet Ayu Adventure: Game Digital Pelestarian Kuliner Tradisional Banjarnegara” (Room 6.14)
- Tim Muhammad Nabih Azfar Annaqi – “Dampak Kecanduan Anime terhadap Psikologis Sosial Remaja Usia 12–15 Tahun” (Room 6.18)
Koordinator kelas unggulan riset, Hj. Tri Widayati, menyebut bahwa keterlibatan sembilan tim pada tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Animo siswa sangat tinggi. Mereka belajar merumuskan masalah, melakukan eksperimen, menganalisis data, sampai menyusun laporan ilmiah. Seluruh proses ini adalah pembelajaran yang sangat berharga. Kami berharap pengalaman di Nalatico memotivasi mereka untuk terus berkarya,” jelasnya.
Beberapa peserta juga membagikan pengalamannya mengikuti presentasi daring yang berlangsung cukup ketat dan menantang.
Keanu, ketua tim bidang IPA yang meneliti pengolahan limbah pasir, mengaku merasakan ketegangan sekaligus antusiasme.
“Deg-degan waktu presentasi, apalagi saat sesi tanya jawab. Tapi kami sudah latihan dan alhamdulillah bisa menjawab dengan baik. Semoga penelitian kami bermanfaat untuk lingkungan Sungai Sapi,” tuturnya.
Sementara itu, Zalfa, yang mempresentasikan inovasi pemanen air dari udara, mengatakan bahwa ajang ini membuatnya semakin tertarik pada bidang teknologi terapan.
“Ternyata seru sekali membuat prototipe dan bisa mempresentasikannya di forum nasional. Saya ingin melanjutkan riset ini supaya bisa dipakai di daerah-daerah yang kesulitan air,” ungkapnya.
Dari bidang teknologi, Shaumi juga mengaku bangga dapat membawa karya Fourier Aqua ke tingkat nasional.
“Saya merasa senang bisa berkontribusi lewat riset sederhana. Semoga alat ini suatu hari bisa membantu masyarakat di wilayah 3T,” katanya.
Menurut Hj. Tri, seluruh peserta telah melalui proses pembimbingan intensif sejak awal tahun. Guru-guru mendampingi mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan eksperimen, hingga simulasi presentasi.
H. Yatiman menegaskan bahwa madrasah akan terus berkomitmen menjadikan riset sebagai bagian dari identitas MTsN 1 Banjarnegara.
“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan solutif. Riset adalah jalan untuk mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Dengan tampilnya sembilan tim pada Nalatico 2025, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap dapat meraih hasil terbaik pada pengumuman akhir. Namun lebih dari itu, madrasah menilai bahwa pengalaman riset dan presentasi nasional adalah pencapaian yang patut diapresiasi. (Lin/La)







