Banjarnegara (Humas) – Prestasi kembali ditorehkan oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara melalui keberhasilan tim risetnya dalam ajang Nala Technology and Science Competition (Nalatico) 2025. Kompetisi nasional yang diikuti ratusan peserta dari berbagai provinsi ini menjadi ajang unjuk kemampuan riset ilmiah bagi siswa tingkat menengah. Dalam edisi tahun ini, Madtsansa berhasil membawa pulang medali dari tiga bidang sekaligus: IPAL (Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan), IPSH (Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora), serta Teknologi.
Pada bidang IPAL, dua tim berhasil meraih hasil yang sangat baik. Tim Ilham dan Tim Nasya masing-masing menyabet medali perak. Kedua tim tersebut tampil percaya diri saat memaparkan penelitian yang berkaitan dengan analisis lingkungan dan pemanfaatan data ilmiah. Keduanya juga masuk dalam kategori presentasi terbaik pada sesi masing-masing.
Bidang IPSH menjadi salah satu penyumbang medali terbanyak bagi Madtsansa. Dalam kategori ini, empat tim berhasil meraih medali perak, yaitu Tim Nabih, Tim Ilyas, Tim Aldan, dan Tim Aida. Keempatnya menampilkan kajian sosial yang variatif, mulai dari budaya, psikologi remaja, hingga inovasi digital dalam pelestarian kearifan lokal. Tidak hanya itu, Tim Eta tampil gemilang dengan menyabet medali emas, menjadikannya capaian tertinggi Madtsansa di bidang IPSH tahun ini. Tim tersebut dipuji dewan juri berkat analisis mendalam, kreativitas penyajian data, dan relevansi tinggi dengan isu sosial kekinian.
Di bidang Teknologi, dua tim juga berhasil meraih prestasi membanggakan. Tim Zalfa menyumbangkan medali perunggu melalui inovasi alat pemanenan air berbasis teknologi pendingin termolektrik. Sementara itu, Tim Shaumi meraih medali perak setelah hadir dengan prototipe yang dinilai aplikatif dan berpotensi dikembangkan lebih jauh.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa bangga sekaligus syukur atas keberhasilan siswa-siswa Madtsansa di kancah nasional tersebut.
“Alhamdulillah, tahun ini anak-anak kembali membuktikan bahwa riset sudah menjadi karakter dan budaya di Madtsansa. Prestasi di Nalatico 2025 bukan hanya hasil kerja keras mereka selama pembimbingan, tetapi juga buah komitmen madrasah dalam membangun ekosistem riset yang kuat. Kami sangat mengapresiasi seluruh tim yang telah berjuang,” tuturnya.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan di tiga bidang sekaligus menunjukkan kedalaman potensi siswa Madtsansa yang tidak hanya unggul dalam sains, tetapi juga dalam ilmu sosial dan teknologi. “Ini prestasi yang lengkap. Madtsansa menunjukkan keseimbangan kemampuan antara logika, kreativitas, dan kepedulian sosial,” imbuhnya.
Koordinator Kelas Unggulan Riset, Hj. Tri Widayati, mengungkapkan bahwa proses persiapan ke Nalatico berlangsung intensif selama berminggu-minggu. Para peserta menjalani pembimbingan yang mencakup penyusunan laporan ilmiah, pengolahan data, hingga latihan presentasi online.
“Anak-anak sangat luar biasa. Mereka mau belajar, mau diperbaiki, dan selalu siap melakukan revisi agar hasilnya maksimal. Bahkan menjelang lomba, mereka beberapa kali melakukan simulasi presentasi hingga malam. Kami melihat sendiri semangat besar mereka untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Beberapa perwakilan tim juga membagikan pengalaman mereka. Ilham, peraih perak bidang IPAL, mengaku bangga bisa bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi.
“Presentasinya cukup menegangkan, tapi semua kerja keras terbayar ketika diumumkan kami mendapat perak. Ini pengalaman yang sangat berharga,” katanya.
Dari bidang IPSH, Eta, peraih medali emas, menyampaikan bahwa kolaborasi tim menjadi kunci keberhasilan mereka.
“Kami saling membantu, saling mengingatkan, dan saling melengkapi. Ketika nama kami disebut sebagai peraih emas, rasanya seperti mimpi,” ujarnya.
Sementara itu, Shaumi, salah satu peraih medali perak bidang Teknologi, menyampaikan bahwa ia ingin terus mengembangkan prototipe yang ditampilkan dalam lomba.
“Setelah lomba ini, saya jadi lebih semangat untuk memperbaiki dan mengembangkan alat kami agar bisa digunakan masyarakat,” katanya sambil tersenyum.
Dengan total raihan medali emas, perak, dan perunggu, MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menegaskan diri sebagai madrasah yang unggul dalam dunia riset pelajar tingkat nasional. Keberhasilan di Nalatico 2025 menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan kualitas bimbingan riset sekaligus membuka jalan bagi prestasi-prestasi berikutnya. Madtsansa kembali membuktikan bahwa riset bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah. (Lin/La)







