Sentuhan Iman di Ruang Perawatan: Tangis Haru Iringi Bimbingan Rohani di Puskesmas Wanadadi 1

Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh haru dan kehangatan menyelimuti ruang perawatan dan rawat inap Puskesmas Wanadadi 1 pada Kamis (23/4/2026) pukul 09.30–11.00 WIB. Kegiatan Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) yang dilaksanakan oleh para Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi menghadirkan ketenangan batin bagi para pasien yang tengah menjalani perawatan.

Tim penyuluh yang terdiri dari Arif Kholdun, Khasan, Tugiran, dan Namyroh Ndaruwati menyapa langsung pasien dari satu ruang ke ruang lainnya. Dengan pendekatan penuh empati, mereka memberikan motivasi spiritual, doa, serta penguatan mental agar para pasien tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi ujian sakit.

Di ruang Edelweis, suasana haru begitu terasa saat para penyuluh mengunjungi Bapak Darsono, pasien asal Desa Karangkemiri. Air mata tak terbendung saat ia menerima doa dan dukungan rohani dari para penyuluh.

“Alhamdulillah, saya sangat terharu. Kehadiran bapak ibu penyuluh membuat hati saya tenang. Saya merasa tidak sendiri menghadapi sakit ini, dan Saya baru bisa betul-betul mensyukuri nikmatnya sehat ketika sakit seperti ini” ungkap Darsono dengan suara bergetar.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Namyroh Ndaruwati juga memberikan bimbingan khusus kepada pasien pra-persalinan, Utari, warga Desa Lemahjaya. Ia mengajarkan doa-doa untuk memohon kelancaran dan percepatan proses persalinan.

“InsyaAllah dengan doa dan keyakinan, Allah akan memudahkan proses persalinan. Mari kita ikhtiar lahir dan batin,” tutur Namyroh dengan lembut.

Utari pun mengaku merasa lebih tenang dan siap menghadapi persalinan setelah mendapatkan bimbingan tersebut.
“Saya jadi lebih kuat dan tidak terlalu takut. Terima kasih atas doa dan bimbingannya, semoga saya bisa melahirkan dengan lancar,” ujarnya penuh harap.

Selain itu, tim penyuluh juga mengunjungi pasien lainnya seperti Syifa dari Desa Tlaga Punggelan, memberikan dukungan spiritual yang sama agar para pasien senantiasa diberi kesembuhan.

Arif Kholdun menyampaikan bahwa kegiatan Bimrohis ini merupakan bagian dari tugas penyuluh dalam memberikan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat.
“Kami hadir untuk menguatkan hati, menumbuhkan harapan, dan mengingatkan bahwa setiap ujian pasti ada hikmahnya. Semoga pasien diberikan kesembuhan dan ketabahan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Khasan menambahkan,
“Bimbingan rohani ini bukan hanya tentang doa, tetapi juga menghadirkan semangat hidup dan optimisme kepada pasien.”

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya dilakukan di masjid atau majelis taklim, tetapi juga hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, termasuk di ruang-ruang perawatan.

Kementerian Agama melalui para penyuluhnya terus berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang humanis, menyentuh hati, dan menguatkan jiwa, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama.

(NN/azd)

Skip to content