Banjarnegara (Humas) – Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti Aula Majelis Taklim Al Hidayah Dukuh Njlarang, Desa Wanakarsa pada Selasa (21/04/2026). Kegiatan rutin yang dihadiri para jamaah ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, Dewi Kholifah dan Namyroh Ndaruwati, yang menghadirkan sentuhan spiritual sekaligus penguatan fisik bagi para peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi Kholifah menyampaikan amalan doa khusus hari Selasa yang sarat makna dan keutamaan. Dengan penuh keteduhan, ia mengajak para jamaah untuk mengamalkan doa sebagai ikhtiar perlindungan diri.
“Amalan doa hari Selasa ini bukan sekadar bacaan, tetapi bentuk ikhtiar batin kita kepada Allah agar senantiasa dijaga dari segala bala, mulai hari Selasa ini hingga Selasa berikutnya,” tutur Dewi Kholifah dengan penuh penghayatan.
Adapun doa hari Selasa yang diajarkan adalah sebagai berikut:
اللهم يا كافي البلاء اكفنا البلاء قبل نزوله من السم
( يا الله)7x
Artinya:
“Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Kuasa untuk menyelamatkan hamba-Nya dari segala bala’ bencana, selamatkanlah kami dari bala bencana yg akan menimpa kami sebelum bala’ bencana itu turun dari langit.” Doa tersebut diulang-ulang tujuh kali.
Para jamaah tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian doa yang dipandu, berharap keberkahan dan perlindungan senantiasa menyertai kehidupan mereka sehari-hari.
Tidak hanya penguatan rohani, kegiatan ini juga diisi dengan penguatan jasmani oleh Namyroh Ndaruwati melalui senam lansia. Dengan gerakan sederhana namun bermanfaat, para jamaah diajak untuk menjaga kesehatan tubuh, khususnya kelenturan otot dan sendi.
“Usia bukan alasan untuk tidak bergerak. Dengan senam ringan ini, kita berusaha menjaga tubuh agar tetap sehat, tidak mudah cedera, dan tetap semangat dalam beribadah,” ungkap Namyroh dengan penuh semangat, disambut antusias para jamaah.
Keceriaan pun terpancar dari wajah para peserta, terutama para lansia yang mengikuti gerakan demi gerakan dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Salah satu jamaah, Ibu Siti (65), mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kegiatan tersebut.
“Kami merasa sangat senang dan terbantu. Hati jadi tenang dengan doa, badan juga terasa segar setelah senam. Semoga kegiatan seperti ini terus ada,” ujarnya dengan mata berbinar.
Kegiatan Majelis Taklim Al Hidayah ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan umat tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga kesehatan fisik, sehingga tercipta keseimbangan hidup yang harmonis.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga iman dan kesehatan secara bersamaan, sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.
KUA Wanadadi berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan bimbingan, penguatan, dan pelayanan keagamaan yang menyentuh hati serta membawa manfaat nyata bagi umat.
(NN/azd)







