Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh kekhusyukan dan kehangatan menyelimuti kegiatan Majelis Taklim Al Ikhlas Desa Lemahjaya yang diselenggarakan pada Kamis (23/4/2026) yang bertempat di kediaman Bekti. Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Wanadadi, Dewi Kholifah dan Namyroh Ndaruwati, sebagai pengisi acara yang memberikan siraman rohani sekaligus sentuhan kesehatan jasmani bagi para jamaah.
Acara diawali dengan lantunan sholawat Busyro dan pembacaan Asmaul Husna yang dipimpin oleh Namyroh Ndaruwati. Irama sholawat yang merdu berpadu dengan kekhusyukan dzikir Asmaul Husna mampu menghadirkan ketenangan batin bagi seluruh jamaah yang hadir.
Memasuki acara inti, Dewi Kholifah menyampaikan materi tentang keutamaan (fadillah) kalimah Laa Ilaaha Illallah. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan pentingnya kalimat tauhid sebagai pondasi utama kehidupan seorang muslim.
“Kalimah Laa Ilaaha Illallah bukan sekadar ucapan, tetapi merupakan inti dari keimanan yang harus tertanam kuat dalam hati dan tercermin dalam setiap perilaku kita sehari-hari,” tutur Dewi Kholifah dengan penuh penekanan.
Bahkan, dalam dalam kitab Shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah RA dijelaskan, barang siapa membaca “Laa ilaaha illallah” dengan ikhlas dari hatinya, maka ia menjadi orang yang paling berbahagia lantaran mendapat syafa’at Rasulullah pada Hari Kiamat nanti.
Selain itu, sambungnya, zikir “Laa ilaaha illallah” mampu melindungi manusia untuk berbuat dosa.
“Mengucap Laa ilaaha illallah akan menumbuhkan sifat malu dalam diri manusia yang akan membuatnya selalu mengagungkan Allah dan mengingat-Nya, mematuhi larangan dan perintah-Nya”, ujarnya.
Ia juga mengajak para jamaah untuk senantiasa menghidupkan kalimat tauhid dalam setiap aspek kehidupan agar memperoleh ketenangan, keberkahan, serta keselamatan di dunia dan akhirat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan siraman jasmani yang dipandu oleh Namyroh Ndaruwati melalui gerakan peregangan ringan. Senam sederhana ini bertujuan untuk memperlancar peredaran darah serta melenturkan sendi dan otot, sehingga para jamaah tidak hanya sehat secara rohani, tetapi juga jasmani.
“Menjaga kesehatan tubuh juga merupakan bagian dari ibadah. Dengan tubuh yang sehat, kita akan lebih optimal dalam menjalankan kewajiban kepada Allah,” ungkap Namyroh Ndaruwati saat memandu gerakan.







