Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Sarwono, memberikan penyuluhan pada kegiatan kajian remaja GAJAH ASYIK (Gerakan Bocah Aja Nikah Gasik) yang diselenggarakan di SMA Muhammadiyah Kalibening pada Kamis (4/6). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 siswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kalibening.
Program GAJAH ASYIK merupakan salah satu upaya edukatif untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan secara matang, termasuk dalam merencanakan kehidupan berkeluarga. Melalui kegiatan ini, para pelajar diajak untuk memahami bahwa pernikahan bukan hanya soal kesiapan usia, tetapi juga kesiapan mental, emosional, pendidikan, dan ekonomi.
Dalam pemaparannya, Sarwono mengajak peserta untuk memanfaatkan masa remaja sebagai periode terbaik dalam menuntut ilmu, mengembangkan potensi diri, dan membangun karakter. Menurutnya, remaja yang memiliki tujuan hidup yang jelas akan lebih mampu mengambil keputusan yang tepat untuk masa depannya.
“Menikah adalah ibadah yang mulia, tetapi harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai karena terburu-buru mengambil keputusan, cita-cita dan masa depan yang sudah dirancang menjadi terhambat. Remaja perlu fokus membangun kualitas diri agar kelak siap menjadi pasangan dan orang tua yang bertanggung jawab,” jelas Sarwono.
Suasana kajian berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi dan berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi remaja saat ini, mulai dari pergaulan, pendidikan, hingga perencanaan masa depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki jenjang pernikahan. Penyuluhan KUA Kalibening terus berkomitmen mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan yang lebih baik.
(wha/azd)
