Sinergi Lintas Sektor di Desa Pasegeran: Kolaborasi Penyuluh Agama dan Bidan Demi Pelayanan Holistik untuk Warga

Banjarnegara  (Humas) – Di tengah keterbatasan akses dan kondisi geografis yang menantang, semangat pengabdian tetap menyala di Desa Pasegeran, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Dua sosok perempuan tangguh, Suprihatin, Penyuluh Agama Islam dari KUA Pandanarum dan Gita, bidan dari Puskesmas Pandanarum, bersatu dalam satu misi mulia yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk balita, remaja, dan lansia melalui kegiatan Posyandu terpadu yang dilaksanakan secara rutin di beberapa dusun Desa Pasegeran. (18/7)

Kegiatan ini bukan sekadar layanan kesehatan biasa. Ada pendekatan yang menyentuh dua sisi kehidupan warga: jasmani dan rohani. Dalam setiap titik pelaksanaan Posyandu, Gita memeriksa kesehatan balita, memberikan edukasi tentang gizi, kesehatan reproduksi remaja, serta pemeriksaan tekanan darah dan penyuluhan lansia. Sementara itu, Suprihatin memberikan pembinaan keagamaan kepada para orang tua, remaja, dan masyarakat umum, menyampaikan pentingnya menjaga akhlak, membina keluarga sakinah, serta menanamkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendekatan ini menjadi sangat penting, karena sehat tidak hanya soal tubuh, tapi juga hati dan pikiran,” ujar Suprihatin. Ia menambahkan bahwa kehadiran agama dalam setiap fase kehidupan akan memperkuat ketahanan mental dan spiritual masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi warga desa.

Gita pun mengungkapkan betapa kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Banyak dari warga, terutama lansia dan remaja, belum sepenuhnya memahami pentingnya menjaga kesehatan. Lewat Posyandu ini, kami bisa menyentuh mereka langsung, memberi layanan dan edukasi yang mereka perlukan,” ujarnya.

Namun, perjuangan keduanya tidaklah mudah. Untuk mencapai dusun-dusun seperti Dusun Karanggondang, Dusun Larangan, dan Dusun Penanggungan, mereka harus menempuh perjalanan jauh dengan medan yang berat. Jalanan masih banyak yang rusak, berbatu, dan licin saat musim hujan. Tak jarang mereka harus berjalan kaki karena kendaraan tidak bisa melintas. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangat mereka.

“Butuh niat tulus dan tenaga ekstra untuk menjangkau warga kami yang berada di pelosok. Tapi kami percaya, setiap langkah kami adalah bagian dari ibadah dan pengabdian,” ucap Gita penuh semangat.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pasegeran. Kepala Desa, Bapak Kudrat, turut hadir dalam salah satu kegiatan Posyandu di kami. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kolaborasi luar biasa ini.

“Saya bangga dan sangat menghargai upaya Bu Gita dan Bu Suprihatin. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan. Warga kami merasa diperhatikan, tidak hanya secara fisik, tapi juga secara spiritual,” kata Kudrat. Ia menambahkan bahwa pihak desa akan berupaya memperbaiki akses jalan demi mendukung kelancaran pelayanan masyarakat ke depannya.

Tak hanya mendapat sambutan baik dari warga dan aparat desa, kegiatan Posyandu terpadu ini juga menjadi contoh kolaborasi yang bisa direplikasi di desa-desa lain. Ketika layanan kesehatan dan keagamaan berjalan berdampingan, hasilnya bukan hanya peningkatan kesehatan fisik masyarakat, tetapi juga ketenteraman jiwa dan keharmonisan sosial.

Dengan semangat gotong royong dan dedikasi yang tinggi, Suprihatin dan Gita menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk membawa perubahan. Mereka hadir sebagai teladan nyata, bahwa pelayanan yang menyentuh hati akan selalu dikenang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (ev/azd)

Skip to content