Siswa Kelas Unggulan Riset Madtsansa Lakukan Finalisasi Penelitian untuk Ajang OPSI 2025

Banjarnegara (Humas) – Kelas unggulan riset MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan kesungguhannya dalam menyiapkan karya ilmiah terbaik menuju ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2025. Selama dua hari, Sabtu–Minggu (4–5/10) sebanyak 18 tim riset dari kelas 8 dan 9 mengikuti kegiatan Finalisasi Penelitian di Laboratorium Komputer Madtsansa.

Kegiatan ini merupakan tahap akhir dari rangkaian pembinaan riset yang telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Selama dua hari penuh, para peserta fokus melakukan penyempurnaan laporan penelitian, penyesuaian sistematika penulisan, serta finalisasi data dan referensi agar hasil penelitian siap diunggah ke sistem OPSI tahun 2025.

Koordinator Kelas Unggulan Riset, Hj. Tri Widayati, mengungkapkan bahwa kegiatan finalisasi ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk memantapkan hasil kerja keras mereka.

“Anak-anak sudah melalui proses panjang mulai dari penentuan topik, pengumpulan data lapangan, hingga penyusunan laporan. Tahap finalisasi ini kami arahkan agar seluruh tim benar-benar siap secara substansi maupun teknis untuk mengikuti OPSI. Kami bangga melihat semangat luar biasa mereka yang tidak surut hingga tahap akhir ini,” tutur Hj. Tri Widayati.

Ia menambahkan, keberhasilan mengikuti OPSI bukan hanya diukur dari perolehan juara, tetapi dari proses ilmiah yang membentuk karakter berpikir kritis dan kreatif.

“Yang terpenting adalah pembelajaran dan pengalaman yang mereka dapatkan. Melalui riset, siswa belajar berpikir sistematis, bekerja sama, dan menemukan solusi nyata atas persoalan di sekitar mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pembimbing riset, Musfiatul Muniroh, menjelaskan bahwa para pembimbing turut melakukan pendampingan intensif selama kegiatan berlangsung.

“Kami berkeliling mendampingi setiap tim, membantu memperbaiki redaksi laporan, tabel data, serta meninjau kembali kesesuaian antara hasil penelitian dan kesimpulan. Di hari kedua, siswa juga kami bimbing dalam proses pengunggahan laporan ke sistem OPSI agar tidak terjadi kesalahan teknis,” jelas Musfiatul.

Ia mengapresiasi semangat dan ketekunan para siswa yang tetap fokus hingga sore hari.

“Meski lelah, mereka tetap antusias. Saya lihat banyak tim yang bahkan menambah referensi dan memperbaiki grafik agar tampil lebih meyakinkan,” tambahnya.

Dari kelas 8, salah satu anggota tim riset, Aisyamara,  turut membagikan pengalamannya selama proses finalisasi. Timnya mengangkat tema tentang solusi hidrasi tanah dan pengolahan limbah rumah tangga untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian.

“Kami menemukan bahwa limbah cair rumah tangga bisa diolah menjadi bahan yang membantu menjaga kelembapan tanah. Dalam finalisasi ini, kami menyempurnakan analisis data dan memperbaiki cara penulisan hasil uji coba agar lebih runtut,” ungkap Aisyamara.

Sementara dari kelas 9, Zalfa anggota tim riset yang meneliti solusi kekeringan di Desa Kaliajir, menyampaikan bahwa kegiatan ini membuatnya lebih memahami pentingnya penelitian yang berbasis kebutuhan masyarakat.

“Kami berusaha menawarkan ide sederhana tapi berdampak, yaitu pemanfaatan alat penampung air hujan dan sistem irigasi sederhana berbasis sensor. Melalui bimbingan guru, laporan kami kini lebih lengkap dan siap diunggah untuk OPSI,” ujar Zalfa dengan semangat.

Kegiatan finalisasi berlangsung dengan suasana serius namun penuh semangat. Para siswa terlihat berdiskusi aktif dengan guru pembimbing, meninjau hasil eksperimen, dan memperbaiki grafik serta tabel data di layar komputer masing-masing.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat riset para siswa dan bimbingan para guru pendamping.

“Madrasah ini memiliki visi untuk mencetak generasi ilmiah yang religius dan inovatif. Melalui kelas unggulan riset, kami ingin membangun budaya ilmiah di kalangan siswa agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Finalisasi ini adalah bukti nyata keseriusan kita semua dalam mendukung gerakan madrasah riset,” ungkapnya.

Beliau berharap seluruh tim riset Madtsansa dapat menampilkan karya terbaik dan membawa hasil yang membanggakan di ajang OPSI tahun ini.

“Insyaallah dengan kerja keras, disiplin, dan doa, hasil terbaik akan menyertai anak-anak kita. Madtsansa harus terus menjadi pelopor madrasah riset di Banjarnegara bahkan di tingkat nasional,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaboratif antara siswa, guru, dan pimpinan madrasah, kegiatan finalisasi penelitian ini diharapkan menghasilkan laporan penelitian yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mencerminkan komitmen MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai madrasah riset unggulan yang terus berinovasi dan menginspirasi. (Lin/La)