Banjarnegara (Humas) – Suasana kelas pagi ini tampak berbeda dari biasanya. Puluhan siswa kelas 7F dengan antusias mengikuti kegiatan praktikum IPA bertema “Pengenalan Konsep Suhu dan Cara Kerja Termometer”. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran tematik mengenai suhu, pemuaian zat cair, dan prinsip kerja termometer, yang bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga mengalami langsung penerapan konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan praktikum diawali dengan penjelasan singkat oleh Hj. Tri Widayati, guru mata pelajaran IPA kelas 7. Beliau menjelaskan pentingnya pemahaman konsep suhu sebagai dasar untuk mempelajari banyak fenomena alam.
“Banyak anak berpikir bahwa panas dan suhu itu sama, padahal keduanya berbeda. Melalui praktikum ini, saya ingin siswa memahami bahwa suhu adalah ukuran dari energi kinetik partikel, sementara panas adalah energi yang berpindah. Dengan melihat langsung bagaimana zat cair dalam termometer memuai saat dipanaskan, mereka akan lebih mudah memahami perbedaan itu,” ujarnya dengan penuh semangat di sela kegiatan.
Dalam praktikum tersebut, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok diberi alat dan bahan sederhana seperti termometer alkohol, gelas berisi air hangat dan air dingin, serta lilin untuk percobaan pemanasan. Siswa diminta mengamati perubahan posisi permukaan zat cair di dalam termometer ketika suhu lingkungan di sekitarnya berubah.
Salah satu siswa, Abdul, tampak bersemangat saat melakukan pengamatan. Ia mengaku baru kali ini benar-benar memahami bagaimana termometer bekerja.
“Dulu saya kira termometer itu cuma alat yang bisa langsung menunjukkan angka suhu begitu saja. Tapi setelah praktikum ini, saya baru tahu kalau cairan di dalamnya ternyata memuai karena panas dan menyusut kalau didinginkan. Jadi, angkanya berubah karena cairannya ikut bergerak,” jelas Abdul dengan antusias.
Rekan sekelompoknya, Bagas juga menyampaikan hal senada. Ia menilai kegiatan seperti ini membuat pelajaran menjadi jauh lebih menarik.
“Kalau cuma dijelaskan lewat buku, rasanya susah dibayangkan. Tapi pas lihat sendiri, ternyata gampang dimengerti. Saya jadi paham kenapa termometer tidak boleh diletakkan di tempat terlalu panas karena bisa pecah akibat pemuaian zat cair yang berlebihan,” ujar Bagas sambil tersenyum puas.
Menurut Hj. Tri Widayati, praktikum semacam ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep ilmiah, tetapi juga menumbuhkan sikap ilmiah seperti teliti, jujur dalam mencatat data, dan bekerja sama dalam kelompok.
“Sains bukan hanya soal hafalan rumus, tapi tentang bagaimana kita mengamati, menguji, dan menarik kesimpulan dari hasil pengamatan. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar berpikir kritis dan logis,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Hj. Yuniyati, memberikan apresiasi atas pelaksanaan praktikum tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang menekankan pada pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual.
“Pembelajaran abad ke-21 menuntut siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Praktikum seperti ini adalah bentuk nyata dari pembelajaran aktif yang melatih siswa untuk berpikir ilmiah, mengamati gejala alam, dan mengaitkannya dengan konsep yang mereka pelajari di kelas,” ujar Hj. Yuniyati.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan di berbagai topik IPA lainnya.
“Kegiatan praktikum sederhana tapi bermakna ini harus terus dilakukan. Selain meningkatkan pemahaman konsep, juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap sains. Dari sinilah bibit-bibit ilmuwan masa depan bisa tumbuh,” imbuhnya.
Menjelang akhir kegiatan, seluruh kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan kesimpulan mereka. Para siswa tampak percaya diri menjelaskan hasil percobaan dengan menggunakan istilah ilmiah yang tepat. Guru pun memberikan umpan balik dan klarifikasi atas hasil yang diperoleh setiap kelompok.
Dengan penuh semangat, Hj. Tri Widayati menutup kegiatan dengan pesan kepada para siswa.
“Ilmu pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu. Teruslah bertanya dan bereksperimen, karena dari percobaan kecil seperti ini, kita belajar memahami rahasia besar alam semesta.” (Lin/La)







