Tim Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara Sukses Unggah Proposal OPSI 2025

Banjarnegara (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara. Sebanyak 17 tim riset dari kelas unggulan riset berhasil menyelesaikan dan mengunggah proposal penelitian mereka untuk ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025 tepat waktu, sesuai dengan jadwal nasional yang ditetapkan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan resmi OPSI sebagaimana tercantum dalam Panduan OPSI SMP Tahun 2025, yang menegaskan bahwa proposal penelitian harus diunggah paling lambat 8 Oktober 2025, sebelum proses reviu dan penilaian oleh juri dimulai. Keberhasilan MTs Negeri 1 Banjarnegara ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam menumbuhkan budaya riset sejak dini.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras para siswa dan pembimbing.

“Ini bukan hanya tentang mengunggah proposal, tetapi tentang perjuangan, ketekunan, dan komitmen siswa kita terhadap dunia penelitian. MTsN 1 Banjarnegara telah menunjukkan bahwa riset bisa menjadi budaya belajar yang menyenangkan dan bermakna. Kami bangga karena 17 tim berhasil menyelesaikan tahapan ini dengan kualitas karya yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Hj. Tri Widayati, Koordinator Kelas Unggulan Riset sekaligus guru IPA, menekankan pentingnya tahap pengunggahan proposal sebagai langkah awal menuju kompetisi nasional.

“Tahapan ini adalah gerbang pertama untuk menilai keseriusan siswa. Dari ide, latar belakang, hingga metodologi, semua harus ditulis mandiri oleh siswa sesuai pedoman OPSI. Saya menyaksikan sendiri semangat luar biasa dari anak-anak, bahkan beberapa tim lembur hingga malam untuk memastikan proposal mereka sesuai standar,” ungkapnya.

Salah satu pembimbing riset, Musfiatul Muniroh,  juga mengungkapkan rasa bangga terhadap dedikasi para peserta didik.

“Anak-anak belajar banyak hal dari proses ini, mulai dari literasi ilmiah, cara mencari referensi yang kredibel, hingga penggunaan bahasa ilmiah yang baik. Kami para pembimbing hanya mengarahkan, sedangkan ide dan penulisan murni dikerjakan oleh siswa. Ini sesuai dengan ketentuan dalam panduan OPSI bahwa karya harus orisinal dan bebas dari plagiarisme,” jelasnya.

Dari 17 tim yang berpartisipasi, terdapat beragam bidang penelitian yang diangkat sesuai dengan tiga kategori lomba OPSI, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT). Setiap tim berupaya menghadirkan gagasan kreatif dan solusi bagi permasalahan di lingkungan sekitar mereka.

Tim Aisyamara dan Hana dari kelas 8 misalnya, meneliti tentang solusi hidrasi tanah dan pengolahan limbah rumah tangga untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian.

“Kami menemukan bahwa limbah cair rumah tangga bisa diolah menjadi bahan yang membantu menjaga kelembapan tanah. Alhamdulillah kami telah berhasil mengupload penelitian kami. Semoga kami lolos final!” ungkap Hana.

Aisyamara menambahkan, “Awalnya sulit mencari referensi ilmiah, tapi setelah belajar membaca jurnal sederhana dan berdiskusi dengan Bu Tri, kami jadi lebih paham bagaimana menulis proposal penelitian yang benar.”

Sementara itu, Tim Valiant dan Wildan dari kelas 9 mengangkat penelitian di bidang ilmu pengetahuan sosial.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin sehingga penelitian kami selesai tepat waktu. Semoga penelitian dari tim kami disukai juri dan kami dapat melanjutkan perkuaidi babak final.” ujar Valiant.

Ajang OPSI 2025 sendiri mengusung tema “Muda Berinovasi, Indonesia Berprestasi” yang menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan riset ilmiah di kalangan pelajar. OPSI bukan sekadar lomba, melainkan wadah pengembangan karakter ilmiah, tanggung jawab, kerja sama, dan berpikir kritis bagi generasi muda.

Dengan keberhasilan 17 tim ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara optimis dapat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.

“Kami berharap tahun ini ada tim yang lolos ke final bahkan meraih medali nasional. Tapi lebih dari itu, yang terpenting adalah anak-anak sudah berproses dengan penuh semangat dan integritas,” pungkas H. Yatiman menutup wawancara.

Kegiatan riset di MTs Negeri 1 Banjarnegara ini tidak hanya menjadi kebanggaan madrasah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan minat dan bakat di bidang penelitian. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, MTsN 1 Banjarnegara terus berkomitmen melahirkan generasi muda peneliti yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (Lin/La)

Skip to content