Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit, Sodikin, bersinergi dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Wahyu Hariyadi melaksanakan bimbingan kepenyuluhan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH 5B Desa Situwangi, Senin (12/10/2026). Kegiatan berlangsung di rumah Ika Jumiati, warga RT 04/05 Desa Situwangi, selaku Ketua Kelompok, dan dihadiri sebanyak 23 anggota.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Syukur dan Sabar Kunci Keluarga Berdaya”. Tema ini sengaja diangkat untuk memberikan penguatan karakter kepada KPM agar mampu mengelola bantuan dan kehidupan keluarga dengan landasan keimanan yang kokoh.
Dalam bimbingannnya, Sodikin menyampaikan bahwa kunci keluarga berdaya bukanlah banyaknya harta, melainkan kemampuan mensyukuri yang sedikit dan menyabari yang sulit. Menurutnya, syukur akan melahirkan sikap produktif dan sabar akan melahirkan ketahanan dalam menghadapi ujian ekonomi.
“Keluarga yang berdaya adalah keluarga yang pandai bersyukur ketika lapang dan pandai bersabar ketika sempit. Jika dua kunci ini dipegang, maka bantuan PKH akan menjadi berkah, rumah tangga menjadi tenang, dan anak-anak tumbuh menjadi saleh dan berprestasi” jelas Sodikin di hadapan jemaah.
Ia menambahkan bahwa wujud syukur dapat dilakukan dengan memanfaatkan bantuan PKH untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan modal usaha kecil, bukan untuk hal konsumtif yang tidak bermanfaat.
Sementara itu, Pendamping PKH Wahyu Hariyadi menegaskan pentingnya komitmen KPM dalam memenuhi kewajiban, seperti memastikan anak sekolah, balita ke posyandu, dan ibu hamil memeriksakan kesehatan.
Ketua Kelompok Ika Jumiati menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sinergi antara penyuluh agama dan pendamping PKH terus berlanjut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membangun mental dan spiritual anggota.
Melalui kegiatan ini, KUA Rakit berharap KPM PKH di Desa Situwangi menjadi keluarga yang tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga tangguh secara rohani dan berdaya secara mandiri.
(SN/azd)
