Banjarnegara (Humas) — Dalam upaya memperkokoh karakter dan kualitas keimanan umat, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarnegara, Ani Musyarofah, menggelar kajian keagamaan rutin bersama jemaah majelis taklim Darul Falah Kelurahan Parakancanggah pada hari Senin (12/10). Kajian yang berlangsung hangat dan penuh khidmat tersebut mengangkat tema pentingnya memaknai syukur lahir dan batin sebagai wujud nyata ketaatan kepada Allah SWT.
Dalam pemaparannya, Penyuluh Agama Islam KUA Banjarnegara menegaskan bahwa nikmat yang diterima manusia kerap kali hanya dihentikan pada ucapan alhamdulillah di lisan. Padahal, hakikat syukur yang sempurna mencakup dua dimensi utama, yakni syukur lahir dan syukur batin.
“Syukur batin adalah mengakui secara tulus dalam hati bahwa seluruh potensi, kesehatan, rezeki, dan kesempatan yang kita miliki murni berasal dari Allah SWT. Sedangkan syukur lahir adalah membuktikannya melalui tindakan nyata, yaitu mengoperasionalkan seluruh nikmat tersebut untuk memperbanyak ketaatan dan kebaikan,” ujar penyuluh.
“Contoh konkret syukur lahir itu sederhana, seperti menggunakan mata untuk membaca Al-Qur’an, melangkahkan kaki ke majelis ilmu, dan memanfaatkan harta di jalan kebajikan,” jelas penyuluh. “Sebaliknya, menyalahgunakan nikmat tubuh maupun materi untuk maksiat adalah bentuk kufur nikmat yang wajib dihindari setiap muslim,” tambahnya.
Suasana kajian semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Para jemaah tampak antusias mendiskusikan tantangan menjaga konsistensi rasa syukur di tengah dinamika kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi benteng moral sekaligus pendorong semangat bagi masyarakat Banjarnegara untuk terus memperbaiki kualitas ibadah.
Melalui sinergi bimbingan yang berkelanjutan ini, KUA Banjarnegara berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi pembina spiritual yang berdampak langsung pada penguatan karakter umat.
