Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya memperkuat pembinaan keagamaan dan karakter remaja usia sekolah, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, Feti Sulistiyani dan Dian Setiadi, bersama pelaksana KUA Akhmad Suswandi, melakukan koordinasi dengan pihak SMK Negeri 1 Mandiraja pada Senin (12/10/2026). Koordinasi tersebut membahas kerja sama pelaksanaan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis–Jumat (15–16/10/2026).
Kunjungan tersebut disambut sebagai bagian dari upaya membangun sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda. Koordinasi dilakukan bersama Kepala SMK Negeri 1 Mandiraja, Adi Suswanto, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Budi Hartono, untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan BRUS bagi peserta didik.
Program BRUS menjadi salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk membantu remaja memahami nilai-nilai agama serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter, sehingga peserta didik perlu mendapatkan pendampingan yang mendorong perilaku positif, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijak.
Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, Feti Sulistiyani, menyampaikan bahwa pembinaan remaja perlu dilakukan melalui pendekatan edukatif yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Pembinaan remaja tidak cukup hanya dengan menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga perlu membantu mereka memahami bagaimana nilai-nilai agama diterapkan dalam pergaulan, sikap, dan pengambilan keputusan sehari-hari,” ujar Feti.
Senada dengan hal tersebut, Dian Setiadi menekankan pentingnya sinergi antara KUA dan sekolah dalam mendukung pembinaan peserta didik.
“Melalui kerja sama dengan pihak sekolah, kami berharap pelaksanaan BRUS dapat menjadi sarana pembinaan yang bermanfaat bagi peserta didik, terutama dalam membangun karakter dan memperkuat pemahaman keagamaan,” jelas Dian.
Pelaksanaan BRUS yang direncanakan pada 15–16 Oktober 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendekatkan layanan bimbingan keagamaan kepada kalangan pelajar. Dukungan pihak sekolah diperlukan agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan materi pembinaan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui koordinasi ini, KUA Mandiraja terus mendorong optimalisasi peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat, termasuk generasi muda. Sinergi dengan lembaga pendidikan diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai agama sehingga remaja mampu membangun perilaku yang positif, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.
(m/azd)
