Banjarnegara (Humas) – Suasana Aula Gedung PGRI Kabupaten Banjarnegara pada Rabu (3/9) terasa khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam rangkaian Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Banjarnegara Masa Bakti XXIII bertema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat”, tiga guru MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) resmi dikukuhkan sebagai anggota Tim Paduan Suara PGRI Kabupaten Banjarnegara. Mereka adalah Yuniyati, Linara, dan Nurwachidin Supriyatno.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua PGRI Kabupaten Banjarnegara, Heling Suhono, bersama jajaran pengurus. Tim paduan suara ini dibentuk untuk mendukung berbagai kegiatan resmi PGRI, sekaligus menjadi simbol kekompakan dan kreativitas guru Banjarnegara lintas jenjang.
Dalam sambutannya, Heling Suhono menegaskan bahwa keberadaan tim paduan suara bukan sekadar pelengkap acara, tetapi juga sarana mempererat solidaritas antarguru.
“PGRI Banjarnegara tidak hanya fokus pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga mengembangkan potensi seni dan budaya. Dengan hadirnya tim paduan suara ini, kami ingin menunjukkan bahwa guru Banjarnegara tidak hanya hebat dalam mendidik, tetapi juga kreatif, kompak, dan penuh semangat dalam berkarya,” ujar Heling.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para guru dari berbagai satuan pendidikan, termasuk dari MTs Negeri 1 Banjarnegara.
“Partisipasi Madtsansa melalui tiga guru terbaiknya adalah bukti nyata dukungan mereka terhadap program PGRI. Semoga ini menjadi motivasi bagi guru-guru lainnya,” tambahnya.
Santosa, Ketua Bidang Seni Budaya PGRI Kabupaten Banjarnegara, menyampaikan bahwa pembentukan tim paduan suara ini adalah langkah strategis dalam menghidupkan atmosfer seni di lingkungan guru.
“Banyak guru di Banjarnegara yang memiliki bakat seni, namun belum semua terwadahi. Melalui tim paduan suara, kami ingin membuka ruang ekspresi yang lebih luas. Selain itu, keberadaan tim ini diharapkan bisa mewarnai setiap kegiatan PGRI, sehingga lebih semarak dan berkesan,” ungkap Santosa.
Bagi ketiga guru Madtsansa yang terpilih, momen pengukuhan ini menjadi pengalaman istimewa. Yuniyati, yang juga aktif dalam berbagai kegiatan seni di Madtsansa, menyampaikan rasa syukurnya.
“Bisa bergabung dengan tim paduan suara tingkat kabupaten adalah sebuah kebanggaan. Ini bukan hanya kesempatan untuk menyalurkan hobi, tetapi juga bentuk pengabdian kepada organisasi profesi kita, PGRI,” tutur Yuniyati.
Linara, rekan satu timnya, menambahkan bahwa pengalaman ini menjadi inspirasi bagi guru-guru muda.
“Semoga dengan keterlibatan kami, semakin banyak guru yang termotivasi untuk aktif di bidang seni. Mengajar memang tugas utama, tetapi berkesenian juga dapat menjadi cara untuk mendekatkan diri dengan siswa dan masyarakat,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Nurwachidin Supriyatno melihat tim paduan suara sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi.
“Kami berasal dari berbagai latar belakang sekolah dan jenjang. Dengan bernyanyi bersama, kami belajar bekerja sama, saling mendukung, dan tentu saja semakin solid sebagai keluarga besar PGRI,” katanya.
Selain pengukuhan tim paduan suara, Konkerkab I PGRI Banjarnegara juga diisi dengan sejumlah agenda penting, di antaranya pengukuhan Bupati Banjarnegara sebagai Ibunda Guru Banjarnegara serta deklarasi guru untuk Banjarnegara damai.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri oleh ratusan guru dari berbagai kecamatan. Atmosfer penuh kekeluargaan terasa sepanjang acara, terutama saat tim paduan suara perdana tampil membawakan lagu-lagu perjuangan dan himne PGRI dengan penuh penghayatan.
Dengan dikukuhkannya tim paduan suara ini, diharapkan semangat kebersamaan guru Banjarnegara semakin kuat, tidak hanya di ruang kelas tetapi juga dalam setiap kegiatan organisasi. Guru-guru Madtsansa yang terpilih menjadi bagian dari tim ini pun bertekad memberikan kontribusi terbaiknya demi mengharumkan nama PGRI Kabupaten Banjarnegara. (Lin/La)







