Banjarnegara (Humas) – Prestasi gemilang kembali diraih oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara. Dua tim riset dari madrasah unggulan ini berhasil membawa pulang gelar juara pada ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 8 Yogyakarta melalui event D’Comfair Charity 2025.
Tim Aluja Cookies Madtsansa yang digawangi oleh dua siswi berbakat, Nazwa dan Zaskia, sukses meraih Juara 2 bidang Science and Engineering. Mereka mengusung penelitian bertajuk “Pengembangan Kukis dari Tepung Aluja (Almond dan Ubi Jalar Kuning) Sebagai Alternatif Pencegahan Stunting Balita”. Ide kreatif ini lahir dari keprihatinan mereka terhadap tingginya kasus stunting di Indonesia, sehingga terinspirasi menghadirkan produk pangan sehat, bergizi, dan terjangkau.
Sementara itu, tim Dawet Madtsansa yang beranggotakan Zaren dan Wildan, berhasil meraih Juara 1 bidang Sosial Humaniora. Penelitian mereka berjudul “Dawet Explorer: Meneroka Gastronomi Dawet Ayu Berbasis Game Digital Sebagai Peningkatan Eksistensi Makanan Tradisional Banjarnegara”. Melalui inovasi berbasis teknologi digital ini, keduanya berharap generasi muda semakin mencintai makanan tradisional, khususnya Dawet Ayu yang menjadi ikon kuliner Banjarnegara.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, M.Pd., mengaku bangga dan bersyukur atas capaian dua tim siswanya.
“Ini adalah bukti nyata bahwa siswa MTs tidak kalah dengan siswa sekolah umum lainnya dalam bidang riset. Aluja Cookies Madtsansa dan Dawet Madtsansa telah menunjukkan bahwa kreativitas, inovasi, dan semangat juang mereka bisa menembus level nasional. Saya berharap prestasi ini menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan berani bersaing di kancah yang lebih luas,” ungkapnya penuh semangat.
Koordinator Kelas Unggulan Riset, Hj. Tri Widayati, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen madrasah dalam membina siswa melalui program riset.
“Kami selalu menekankan pentingnya riset sejak dini. Anak-anak dibimbing bukan hanya untuk membuat karya tulis, tapi juga bagaimana meneliti, menguji, dan menyampaikan hasil penelitian secara ilmiah. Prestasi ini adalah hasil kerja keras siswa, dukungan guru pembimbing, serta lingkungan madrasah yang selalu mendorong inovasi,” tuturnya.
Beliau menambahkan bahwa program unggulan riset di Madtsansa terus dikembangkan agar melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Nazwa, salah satu anggota tim Aluja Cookies Madtsansa, mengungkapkan rasa bahagianya.
“Awalnya kami ragu apakah ide kukis Aluja ini bisa bersaing di tingkat nasional. Tapi dengan bimbingan guru, kami belajar banyak tentang penelitian yang baik. Alhamdulillah akhirnya bisa membawa pulang juara 2,” ujarnya dengan penuh syukur.
Zaskia menambahkan, “Yang paling berkesan adalah pengalaman presentasi di depan dewan juri nasional. Itu melatih mental kami sekaligus menambah ilmu baru. Harapannya, kukis Aluja bisa dikembangkan lebih lanjut sebagai produk nyata.”
Sementara itu, Zaren dari tim Dawet Madtsansa menyampaikan bahwa motivasi utama mereka adalah ingin mengangkat Dawet Ayu agar tetap dicintai generasi muda.
“Banjarnegara punya kuliner khas yang luar biasa, salah satunya Dawet Ayu. Dengan membuat game digital, kami ingin anak muda bisa mengenal sekaligus melestarikan kuliner ini dengan cara yang lebih modern dan menyenangkan,” katanya.
Wildan menambahkan dengan penuh semangat, “Kami tidak menyangka bisa meraih juara 1. Ini membuktikan bahwa tradisi bisa tetap hidup berdampingan dengan teknologi. Kami bangga bisa memperkenalkan Dawet Ayu ke tingkat nasional.”
Prestasi dua tim riset ini semakin meneguhkan posisi MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai madrasah yang unggul tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam bidang penelitian dan inovasi. Keberhasilan ini juga menjadi kado manis bagi masyarakat Banjarnegara, yang budayanya berhasil diangkat hingga ke kancah nasional.
“Semoga prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi siswa lain. Madrasah akan terus memberikan dukungan maksimal untuk program riset agar semakin banyak karya inovatif yang lahir dari Madtsansa,” pungkas H. Yatiman.
Dengan keberhasilan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara tak hanya membawa nama baik madrasah, tetapi juga mengharumkan nama Banjarnegara di tingkat nasional. Ke depan, mereka bertekad untuk terus berinovasi dan melahirkan riset-riset baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (Fy/La)







