Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan study tour bagi siswa kelas 8 pada Sabtu (29/11). Kegiatan yang berlangsung di ruang tamu kepala madrasah tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan, Ikhsanudin, dan diikuti oleh seluruh pendamping study tour. Rakor ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada Selasa–Jumat (2–5 Desember 2025) ke Jawa Timur meliputi Lamongan dan Malang dapat berjalan tertib, aman, dan edukatif.
Dalam rakor tersebut, pembahasan difokuskan pada finalisasi rundown kegiatan, pembagian tugas pokok pendamping, serta koordinasi teknis terkait keberangkatan dan keselamatan peserta. Ikhsanudin menegaskan bahwa persiapan matang menjadi kunci utama kesuksesan pelaksanaan study tour yang diikuti seluruh siswa kelas 8 ini.
“Study tour bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi kegiatan pembelajaran di luar kelas yang harus kita desain dengan aman, efektif, dan berkesan. Karena itu, koordinasi hari ini sangat penting agar semua pendamping memahami tugas masing-masing dan mampu menjalankan perannya secara optimal,” ujar Ikhsanudin saat membuka rapat.
Ia menambahkan bahwa pihak madrasah menekankan pentingnya keselamatan, kedisiplinan, dan ketepatan waktu dalam setiap tahap kegiatan.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta mendapat pengalaman pendidikan yang berkualitas tanpa mengabaikan aspek keamanan. Sinergi semua pendamping sangat diperlukan agar pelaksanaan nanti berjalan lancar,” lanjutnya.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh tim panitia, termasuk pembahasan alur keberangkatan, titik istirahat, lokasi kunjungan, hingga skema koordinasi antarpendamping selama perjalanan. Para pendamping juga diberikan informasi detail mengenai rute perjalanan menuju beberapa destinasi, antara lain Wisata Bahari Lamongan (WBL), Taman Delaponte, Jatim Park dan Museum Angkut.
Kepala Tata Usaha MTs Negeri 1 Banjarnegara, Aida Wachdah Hikmawati, yang turut hadir dalam rakor tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya pengelolaan administrasi dan komunikasi yang tertib antara pihak madrasah, pendamping, dan orang tua siswa.
“Dari sisi administrasi, semuanya harus tertata dengan baik. Kami memastikan seluruh dokumen, perizinan, dan kebutuhan administratif terpenuhi sebelum keberangkatan. Ini penting agar di lapangan tidak muncul kendala teknis,” ujar Aida.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan orang tua telah dilakukan sejak awal sehingga seluruh pihak memahami jadwal dan ketentuan yang berlaku selama kegiatan.
Sementara itu, bendahara kegiatan, Reni Oktaningsih, memaparkan laporan keuangan terkait persiapan study tour. Ia menjelaskan bahwa seluruh anggaran telah dialokasikan sesuai kebutuhan, termasuk transportasi, konsumsi, tiket masuk lokasi wisata edukatif, dan kebutuhan teknis lainnya.
“Kami mengelola dana kegiatan secara transparan dan sesuai rencana anggaran yang telah disepakati bersama. Semua keperluan utama sudah terpenuhi, termasuk pembelian tiket lokasi kunjungan dan pemesanan akomodasi. Kami ingin memastikan kegiatan ini berjalan efisien namun tetap memberikan pengalaman terbaik bagi siswa,” jelas Reni.
Rapat juga memberikan ruang bagi para pendamping untuk menyampaikan masukan, pertanyaan, maupun kesiapan mereka. Salah satu pendamping study tour, Sumiati, menyampaikan bahwa ia dan pendamping lain siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Kami siap mengawal siswa selama kegiatan berlangsung. Yang terpenting bagi kami adalah menjaga keamanan mereka, memastikan kedisiplinan dalam mengikuti agenda, serta mendampingi anak-anak agar tetap nyaman selama perjalanan. Kami berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka,” ungkap Sumiati.
Selain membahas teknis kegiatan, rakor juga menegaskan kembali pentingnya pembekalan kepada siswa sebelum keberangkatan, terutama terkait tata tertib, etika di tempat umum, dan protokol keselamatan selama perjalanan jauh. Para pendamping akan memberikan pengarahan tambahan kepada siswa dua hari sebelum keberangkatan.
Di akhir rakor, Ikhsanudin kembali menegaskan bahwa study tour ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi siswa, terutama terkait lingkungan sosial, budaya, sains, dan pariwisata di Jawa Timur.
“Kami berharap siswa mampu mengambil nilai positif dari setiap lokasi yang dikunjungi. Study tour adalah bagian dari proses belajar, sehingga kami ingin kegiatan ini memiliki dampak edukatif yang nyata,” tutupnya.
Rakor yang berlangsung sekitar dua jam ini berjalan lancar dan seluruh peserta menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan kegiatan study tour kelas 8 MTs Negeri 1 Banjarnegara. Dengan persiapan yang matang, pihak madrasah optimis kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan penuh manfaat bagi seluruh siswa. (Fy/La)







